1.
PENDAHULUAN
Pemilihan masalah dalam
penelitian haruslah berdasarkan konteks yang terdapat pada literatur.
Permasalahan yang bukan berasal dari literatur yang dianggap profesional tidak
bisa dianggap sebagai masalah yang cukup penting. Tinjauan pustaka merupakan
sebuah langkah dalam proses penelitian yang menentukan letak permasalahan di
dalam konteks literatur secara keseluruhan.
Sebuah topik penelitian seperti voucher sekolah akan ditemukan dalam
literatur yang tidak bersifat ilmiah seperti surat koran dan majalah tetapi
juga akan ditemukan dalam literatur yang dianggap profesional seperti buku,
jurnal, dan paper yang dipresentasikan saat pertemuan-pertemuan profesional.
Tugas si peneliti adalah untuk memilih sumber yang relevan, menggambarkan
perbedaan letak permasalahan, dan menyimpulkan hal yang diketahui mengenai
topik. Artikel-artikel penelitian serta berbagai opini harus diikutsertakan
apabila topik bersifat kontroversial. Hal ini merupakan proses dalam penelitian
yang mengajarkan seorang peneliti hingga sedemikian rupa tentang permasalahan
dalam penelitian bahwa seorang peneliti menjadi seorang ahli dalam
persoalan. Ada dua bagian utama
melakukan tinjauan pustaka, yang masing-masing memiliki beberapa sub-bagian.
Yang pertama adalah pemilihan bagian yang spesifik dalam literatur yang akan
diikutsertakan dalam tinjauan pustaka, dan yang kedua adalah proses penulisan
tinjauan tersebut. Pada bab ini akan dibahas mengenai keduanya.
2. ISI
2.1 Conducting a Search of
Literature
Ada dua pendekatan yang biasanya
digunakan untuk memilih sumber dari suatu penelitian. Yang pertama adalah
dengan melakukan pencarian di Internet. Sebuah pencarian menggunakan Yahoo,
Google, atau mesin pencari lainnya akan menghasilkan sumber yang lebih banyak
daripada yang bisa digunakan, karena setiap situs biasanya terhubung ke situs
lainnya, sehingga pola pencarian akan ditentukan berdasarkan link yang ada.
Situs yang relevan akan banyak ditemukan, namun tidak semuanya dapat digunakan sebagai
sumber informasi. Hal ini bisa menyebabkan keputusasaan dikarenakan informasi
yang jumlahnya sedikit. Penggalian informasi dengan cara seperti ini sangat
tidak sistematis dan akan berakhir ketika si peneliti mencapai titik jenuhnya,
sehingga hasilnya sudah pasti tidak memuaskan. Namun bukan berarti bahwa
internet tidak layak dijadikan sarana dalam mencari informasi oleh seorang
peneliti, hanya saja seorang peneliti harus bijak dalam memilih situs untuk
dikunjungi. Alangkah baiknya jika melakukan konfirmasi mengenai situs yang
berbobot kepada orang yang ahli dalam bidang yang akan diteliti. Yang kedua adalah
dengan melakukan pencarian secara langsung di perpustakaan. Metode ini merupakan
cara terbaik bagi peneliti yang masih pemula karena saat ini para pustakawan
sudah dilatih dengan baik untuk menjadi seorang profesional di bidang
perpustakaan yang secara otomatis akan memermudah seorang peneliti dalam
menemukan sumber yang relevan dengan permasalahan yang akan ditelitinya. Para
pustakawan akan memberikan penjelasan mengenai cara efektif untuk menggunakan
perpustakaan, menggunakan basis data yang berisi
penelitian-penelitian--termasuk sumber lain yang berbasis online—dan pustakawan
juga menyadari akan luasnya cakupan sumber-sumber literatur yang relevan. Dalam
melakukan pencarian di perpustakaan, para peneliti diharapkan untuk memahami
kapasitas dari perpustakaan tersebut, informasi yang ada di perpustakaan yang
juga tersedia secara online, serta cara untuk mengakses sumber-sumber yang ada
di perpustakaan lain. Tanpa pemahaman
yang demikian, melakukan tinjauan pustaka akan menjadi sebuah proses yang
menjengkelkan. Rincian yang dijelaskan sebelumnya merupakan asumsi yang tidak
bisa dijadikan tolok ukur untuk semua situasi/tempat melakukan penelitian.
Jumlah informasi yang diperoleh dari berbagai sumber tidak lantas menjadikan
tinjauan pustaka sebagai hal yang sepele. Tinjauan pustaka merupakan hasil dari
proses yang sistematis, yang membutuhkan ketelitian dan penalaran yang tinggi
terhadap bahan bacaan serta perhatian terhadap hal-hal yang bersifat rinci.
Didalam melakukan tinjauan pustaka, si peneliti mencoba untuk menentukan hal
yang dipelajari orang lain mengenai permasalahan serupa dan untuk menggabungkan
dengan informasi yang relevan dengan permasalahan yang akan dibahas peneliti
tersebut. Ada tiga pertanyaan yang difokuskan dalam proses ini, yaitu :
1. Dimana
informasi tersebut ditemukan?
2. Apa yang
seharusnya dilakukan terhadap
informasi
tersebut setelah ditemukan?
3. Apa yang
menjadikannya sebagai informasi?
Pertanyaan pertama berkaitan
dengan sumber- sumber yang spesifik, baik sumber yang tidak memiliki fisik
(bersifat elektronik) maupun sumber yang memiliki fisik (buku, jurnal, dll.)
Pertanyaan kedua berkaitan dengan bagaimana informasi tersebut dikumpulkan dan
disimpulkan. Misalnya ketika isi dari
sebuah laporan relevan dengan permasalahan penelitian yang masih sedang
dipelajari maka informasi tersebut harus disimpan/dipelihara dengan cara yang
tepat. Pertanyaan ketiga agak bersifat
abstrak. Untuk menjawab pertanyaan pertama dan kedua, peneliti hanya perlu
menemukan informasi lalu membuat sebuah prosedur untuk memeliharanya. Namun
dalam menjawab pertanyaan ketiga membutuhkan pembuatan keputusan tentang
informasi dalam laporan penelitian. Apa bagian-bagian dari hasil laporan yang
relevan dengan permasalahan penelitian? Seberapa baikkah penelitian tersebut
dilakukan? Maka, dalam menjawab pertanyaan ketiga dibutuhkan sebuah analisis
secara kritis tentang laporan yang ditinjau. Dalam bagian selanjutnya terdapat
sebuah pembahasan tentang mengevaluasi laporan penelitian. Kemudian informasi
dari laporan-laporan yang berhubungan dapat disatukan. Manfaat dari tinjauan
pustaka selain menyediakan konteks untuk ilmu penelitian :
1. Membatasi dan
mengidentifikasi permasalahan penelitian serta hipotesis-hipotesis dengan lebih
spesifik.
2.
Menginformasikan si peneliti tentang hal yang telah selesai dilakukan pada
bidang tersebut
3. Menyediakan
desain penelitian yang memungkinkan dan tata cara secara metodologi yang dapat
digunakan dalam ilmu penelitian.
4. Menyediakan
usulan-usulan untuk modifikasi yag mungkin dilakukan dalam penelitian untuk
menghindari permasalahan yang tidak diantisipasi.
5.
Mengidentifikasi celah yang mungkin muncul dalam penelitian.
6. Menyediakan
sebuah latar belakang untuk menginterpretasikan hasll-hasil dari penelitian
Tinjauan mengenai literatur
terkait memberikan tujuan ganda dan sangat perlu untuk studi penelitian yang
didesain dengan baik.
2.2 The Activities of the Review
of the Literature
Layaknya kebanyakan aktivitas
atau langkah dalam sebuah proses, dalam melakukan tinjauan pustaka tentu ada
cara yang efisien dan tidak efisien. Daripada langsung pergi ke perpustakaan
atau melakukan pencarian di internet dan mencatat hasil pencariannya dengan
sembarangan, seorang peneliti seharusnya mengikuti langkah sistematis yang akan
seperti yang akan dituliskan dibawah ini. Berikut adalah urutan aktivitas dalam
melakukan tinjauan pustaka :
1.
Mengidentifikasi faktor-faktor yang relevan, yang mendeskripsikan permasalahan
seperti kata kunci atau frase tertentu.
2.
Mengidentifikasi sumber-sumber seperti indeks yang tepat atau sistem yang
mengembalikan hasil pencarian
3.
Mengidentifikasi judul dari laporan-laporan yang relevan dan memiliki potensi
terhadap permasalahan penelitian
4. Menempatkan
salinan dari laporan-laporan untuk ditinjau. Setelah menempatkan
salinan-salinan tersebut dengan tepat, ada dua pilihan yang mungkin dilakukan.
Yang pertama adalah membuang laporan-laporan yang tidak relevan, dan yang kedua
adalah memisahkan laporan secara terurut atau berdasarkan kategori yang
relevan/penting.
5. Memersiapkan
ikhtisar atau ringkasan untuk laporan-laporan yang berisi informasi yang
relevan
6. Pada langkah
berikut ini ada dua pilihan yang bisa dilakukan yaitu :
a. Menulis
tinjauan pustaka
b. Memersiapkan
sebuah daftar pustaka yang lengkap.
Meskipun langkah-langkah tersebut
mengandung unsur ketidakefisienan dalam menempatkan sumber dan laporan, namun efisiensi
akan meningkat secara otomatis dengan mengikuti langkah-langkah tersebut. Aspek
penting lainnya dalam melakukan aktivitas-aktivitas tersebut adalah melakukan
dengan selengkap dan seakurat tugas awal untuk setiap aktivitas. Semua aktivitas
di atas diinisiasikan setelah permasalahan penelitian diidentifikasi, walaupun
bersifat sementara. Dengan menerapkan aktivitas diatas dalam melakukan tinjauan
pustaka maka akan mengurangi tingkat frustasi dan juga menghemat waktu.
2.2.1 Sources of Information
Tidak ada istilah kekurangan
untuk laporan penelitian yang berkaitan dengan pendidikan. Laporan tersebut dipublikasikan
dalam bentuk buku, laporan teknis, tesis akademik dan beberapa seminar pendidikan.
Kebanyakan laporan saat ini dapat ditemukan dalam bentuk elektronik dan dapat diakses
melalui perpustakaan di setiap institusi pendidikan atau situs-situs tertentu
(jika memililki otorisasi yang diakui). Biasanya otorisasi tersebut diberikan
kepada seluruh pelajar/mahasiswa.
2.2.2 The Library
Hampir semua perpustakaan di
perguruan tinggi atau universitas menyediakan sumber dalam bentuk elektronik
sebagai tambahan untuk sumber yang tidak berbentuk elektronik (konvensional), walaupun
beberapa masih belum secanggih yang lainnya. Seorang peneliti harus mampu memanfaatkan
perpustakaan dengan seefektif mungkin, dengan atau tidak melibatkan pustakawan untuk
membantu mencari artikel yang berhubungan dengan permasalahan penelitian. Namun
pustakawan, terlebih yang dilatih khusus dengan wawasan penelitian, akan sangat
membantu seorang peneliti dalam menemukan artikel yang dibutuhkannya. Selain
itu, pada beberapa perpustakaan sudah tersedia sistem perpustakaan yang
canggih, yang bisa digunakan untuk melakukan pencarian artikel/jurnal dengan
menggunakan judul artikel/jurnal atau nama penulis. Seperti sistem yang ada
pada perpustakaan Universitas Michigan, yang disebut MIRLYN (Michigan Research
LibrarY Network), yang dapat digunakan dalam mencari artikel/jurnal melalui
pencarian sederhana (terbatas untuk Ann Arbor dan Flint) dan pencarian dengan berbagai
kategori, dan Command Language (bahasa komputer). Pencarian menggunakan MIRLYN
akan menampilkan daftar hasil dan riwayat pencarian.
2.2.3 Prodical Literature
Beberapa literatur periodik
termasuk kedalam jurnal profesional, sebuah buku informasi penelitian dalam
penerbitan skala besar. Jurnal ini tidak seperti internet dimana orang-orang
dapat menyampaikan apapun dengan bebas, sedangkan jurnal ini memiliki sebuah
proses penyaringan yang disebut “peer review”. Biasanya jurnal yang diterbitkan
dibeberapa negara selalu memiliki informasi penelitian. Pada saat ini banyak
jurnal telah memiliki format elektronik, dengan begitu jurnal tersebut dapat dengan
mudah diakses dimanapun.
2.2.4 Indexes and Abstracts
Pada umumnya index dan abstak
adalah kumpulan rujukan atas karya tulis yang disusun secara sistematis, untuk
menunjukan dimana bahan bahan tersebut berkala lainnya, bagian buku teks, tesis,
disertasi, laporan penelitian, pidato, dan lainnya. Untuk lebih jelasnya index
adalah daftar kata atau frasa dan terkait dengan petunjuk pada dokumen. Sedangkan
abstrak merupakan ringkasan dari suatu hasil penulisan, sering dibatasi dengan subjek
tertentu , dan disertai gambaran bibliografis. Index dan abstark memiliki
fungsi yang sama antara lain:
1. Sebagai alat
penelurusan informasi
2. Merupakan
petunjuk tentang data atau informasi
3. Dapat menghubungkan
subjek atau cabang- cabang ilmu pengetahuan
4. Alat seleksi
bahan pustaka
Index dan abstrak hampir pasti
ada di seluruh perpustakaan milik universitas, dan prosedur penggunaanya pun
tidak jauh berbeda, bahkan sama. Biasanya index akan diawali dengan detil
informasi yang dimiliki oleh artikel, terutama terkait ketersediaan dan
keberadaan dokumen tersebut.
2.2.5 ERIC
ERIC yang memiliki kepanjangan
“Education Resources Information Center” ini adalah sebuah pusat informasi yang
berupa perpustakaan digital dengan koleksi makalah, dokumen penelitian, artikel
jurnal, laporan teknis, deskripsi program serta evaluasi terkait dengan bidang
pendidikan. ERIC berbasis internet, yang dapat diakses dengan mudah oleh siapa
saja. ERIC dikembangkan oleh Institute of Education Sciences (IES) Department
of Education U.S. sejak tahun 1966 dan sejak tahun itu pun IES mulai
memperkenalkan koleksi laporan dan dokumen yang dimiliki pada perpustakaan digitalnya.
Jumlah koleksi yang dimiliki ERIC sampai sekarang yaitu lebih dari 115.000
full-text material dalam bentuk format PDF. Semua dokumen yang telah menjadi
koleksi, lengkap memiliki bibliography dan abstact atau summary. Selain itu, ERIC
juga memiliki lebih dari 1.2 juta index items sejak awa berdirinya ERIC. Alamat
url yang dapat digunakan untuk mengakses ERIC adalah www.eric.ed.gov.
Contoh Penggunaan ERIC
1. Pastikan topik dokumen yang
akan dicari, sebagai contoh literatur terkait dengan school vouchers.
2. Akses ERIC menggunakan search
engine dengan mengetik alamat www.eric.ed.gov
3. Selanjutnya akan muncul
halaman pencarian berdasarkan kata kunci, penulis, judul, deksriptor, dan nomor
ERIC.
4. Pastikan di kotak pencarian
dengan kata kunci “school vouchers”
5. Dari pencarian diatas akan
ditampulkan 1115 records baris terkait dengan school vouchers
6. Jangan khawatir dengan jumlah
baris yang telah ditemukan. ERIC menyediakan pencarian kedua yaitu dengan
menambahkan kata kunci berikutnya “court cases”
7. Eric menyediakan pencarian berdasarkan
kata-kata khusus terkait dengan pendidikan ERIC merupakan sebuah alat yang
memiliki nilai lebih dalam me-review sebuah literatur.
Alat ini sangat efisien dala
melakukan pencarian artikel, laporan dan pappers. Akan tetapi, pengguna ERIC
tidak boleh melupakan kehadiran buku, majalah, koran dan disertasi lainnya yang
memiliki fungsi sebagai sumber literatur.
2.2.6 Reports of Meta-Analysis
Suatu teknik statistika untuk
menggabungka dua hasil atau lebih penelitian sejenis dengan variabel-variabel
serupa sehingga diperoleh paduan data secara kuantitatif. Meta-analysis tidak
fokus pada kesimpulan yang didapat pada berbagai studi, melainkan fokus pada
data, seperti melakukan operasi pada variabel-variabel, besarnya ukuran efek,
dan ukuran sampel. Meta-analysis memungkinkan adanya pengkombinasian
hasil-hasil yang beragam dan memperhatikan ukuran sampel relatif dan ukuran
efek. Hasil analisis nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk menerima atau
mendukung hipotesis, menolak hipotesis yang diajukan oleh beberapa peneliti
lain. Kelebihan Meta-analysis
1. Lebih sedikit subjektivitas
dan judgement
2. Akan banyak mengambil sampel,
karena menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil akhirnya dinamakan “effect
size”.
3. Meta-analysis memungkinkan
mengkombinasikan berbagai macam hasil penelitian yang telah ada sebelumnya.
4. Metode ini fokus pada
pengakumulasian impact dari hasil-hasil yang tidak signifikan.
5. Metode ini juga dapat menjwab
pertanyaan seputar kesenjangan hasil yang terjadi dari studi yang bermacam-macam.
6. Pada penelitian bidang bisnis,
Meta-analysis membuat organizational behaviour yang baik.
Kekurangan Meta-analysis
1. Karena banyaknya sampel yang
diambil, maka kemungkinan akan terjadi/memiliki sampel –sampel yang bias serta
data-data yang tidak perlu (sampah).
2. Meta-analysis seringkali
membuat hasil yang dipublikasikan hanya yang signifikan saja.
3. Metode akan merata-ratakan
sesuatu. Jadi sesuatu yang berbeda bisa jadi dipandang sama oleh metode ini.
4. Metode ini tidak cocok
diterapkan bila sampel datanya kecil.
5. Bisa saja terjadi
metodological error.
2.2.7 Review of Educational
Research (RER)
Salah satu sumber informasi yang
sangat berguna dan berharga terkait masalah penelitian adalah me-review
bermacam-macam penelitian yang telah dilakukan. Review of Educational Research
adalah ulasan yang diterbitkan setiap triwulan oleh American Educational
Research Association yang mengulas tentang berbagai topik penelitian. RER juga
menerbitkan ulasan secara teratur dan berkala dan juga sesuai kebutuhan. Ulasan
yang diberikan merupakan ulasan yang bersifat kritis dan terintegrasi dengan
studi pustaka yang berhubungan dengan penelitian.
2.2.8 Theses and Disertations
Tesis adalah tulisan ilmiah yang
sifatnya mendalam dan mengungkapkan suatu pengetahuan baru yang diperoleh
melalui penelitan. Tesis merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam
penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan dalam ilmu
pendidikan sesuai ilmu yang dipelajari. Tesis memiliki 2 (dua) jenis yaitu
penelitian kuantitatif yang membangun pernyataan/kerangka hipotetikal dan
penelitian kualitatif yang tidak membangun pernyataan/kerangka hipotetikal
format. Karakteristik Tesis
1. Berfokus pada
salah satu isu utama yang tercakup dalam salah satu ilmu pendidika peneliti
2. Merupakan
pengujian empirik tehadap posisi teoritik tertentu
3. Menggunakan
data primer sebagai data utama
4. Ditulis
dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa
asing Disertasi merupakan penulisan ilmiah tingkat tinggi untuk dapatkan gelar
Doktor Falsafah (ph.D).
Disertasi berisi fakta berupa
penemuan dari penulis berdasarkan metode dan analisis yang dapat dipertahankan
kebenarannya.
2.2.9 Books
Banyak sekali buku yang dapat
ditemui yang mengangkat topik penelitian edukasi dan biasanya ditemukan di
bagian referensi atau melalui perpustakaan universitas. Buku yang mengangkat
tema penelitian pada area edukasi yang spesifik, sangat berguna sebagai sumber
informasi. Memiliki beragam informasi, biasanya diatur dalam bagian dan topik
yang spesifik. Suatu kelemahan dari buku terkadang informasi yang ada tidak
terkini dan tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan saat ini. The
Encyclopedia of Educational Research (EER) ialah proyek dari American
Educational Research Assocation (AERA) yang merepresentasikan ikhtisar dari
penelitian yang mengcover lima isu penting yang ada pada edukasi. EER tidak
serta merta meringkas katalog penelitian yang ada melainkan tiap ringkasan
menyajikan evaluasi kritis, sintesis, dan interpretasi dari sebuah literatur
pada topik. Kesulitan saat menemukan sebuah informasi bukan karena kurangnya
informasi , melainkan kurangnya usaha untuk mencari sumber informasi yang
relevan.
2.3 Computer Searches of
Databases
Computer-assisted searches of
database ialah servis yang dilakukan pada perpustakaan dan dilakukan oleh
librarian yang profesional. Siapapun yang memiliki akses ke perpustakaan bisa
menikmati layanan ini. Karena perpustakaan universitas dan perpustakaan lainnya
memiliki database dan sistem yang berbeda, maka prosedur yang diberlakukan
untuknya pun diperlakukan secara spesifik untuk melakukan pencarian.
2.3.1 Conducting a Search
Selain proses pencarian secara
spesifik yang digunakan, ada beberapa kesamaan dalam melakukan pencarian. Pencarian
dimulai dengan mengidentifikasi konsep atau term dari suatu masalah yang ingin
di penelitian, lalu memilih deskriptor atau subjek dari gagasan yang pantas
untuk mendeskripsikan konsepnya. Limiting or Broadening Search ialah untuk
mencari suatu problem penelitian secara spesifik agar lebih terfokus dan
menjaga referensinya agar bisa diatur, cara untuk membatasi suatu pencarian
adalah :
1. Menggunakan
konektor kata dan diantara dua kata atau lebih. Supaya dapat diidentifikasi,
kedua kata harus muncul dalam referensi.
2. Bahasa,
biasanya hanya dibatasi dalam bahasa tertentu
3. Alur waktu
mundur, untuk contoh kembali ke tahun 1985 atau tanggal yang diinginkan saja.
4. Tipe
publikasi, membatasi secara periodikal.
5. Level
edukasi, tingkat edukasi yang lebih tinggi.
Broadening ialah pencarian yang
menggunakan konektor kata atau dari kedua kata atau lebih. Konektor ini akan
mengidentifikasi referensi dimana suatu pencarian terdapat pada kedua kata itu
atau bukan.
2.4 Selecting Studies for the
Review of the Literature
Dalam melakukan review atau studi
literatur pada kebayakan topik pendidikan sangat luas cakupannya dan tidak
seperti studi lainnya yang dapat dilakukan melalui review. Literatur yang dapat
dijadikan mejadi acuan harus dicantumkan kepada laporan dan diharapkan dapat
relevan dengan topik yang diajukan. Pemilihan bahan pembelajaran yang menjadi sumber
untuk di-review terbagi atas dua bagian yaitu sumber yang primer dan sekunder,
sumber perimer dapat berupat laporan dan artikel, yang ditulis oleh orang yang
langsung melakukan penelitian, sementara sumber sekunder ditulis oleh pihak
yang tidak melakukan penelitian secara langsung, melainkan melakukan analisis
terhadap penelitian yang sudah ada. Contoh dari sumber sekunder adalah
meta-analysis Terdapat beberapa cara yang dapat dilakuakan untuk memperoleh literatur
yang relevan untuk di review. Salah satu caranya adalah dengan melihat sembilan
atau sepuluh referensi dari literatur terkait.
Biasanya yang dicantumkan adalah bahan pembelajaran terbaru dan beberapa
pasti memiliki bahan pustaka terbaru juga. Peneliti yang melakukan studi
literatur pada berbagai sumber bahan pembelajaran dapat membedakan bahan
pembelajaran yang memiliki kesamaan atau kemiripan topik, jika terdapat banyak bahan
pembelajaran yang mengacu ke pustaka yang sama, maka itu dapat menjadi bahan
pembelajaran untuk di-review. Terkadang buku pedoman atau yang biasa dikenal
dengan istilah handbook juga dapat dijadikan referensi yang merupakan sumber sekunder,
namun kekurangan dari buku pedoman terkadang informasi yang disajikan tidak
merupakan hasil penelitian terbaru, melainkan hasil analisis terhadap penelitian
yang sudah lama. Poin penting pemilihan bahan pembelajaran untuk studi
literatur adalah perlunya memastikan bahwa bahan pembelajaran merupakan
terbitan terbaru dengan informasi yang relevan dengan kondisi saat penelitian
akan dilakukan.
2.5 Assembling and Summarizing
Information
Setelah melakukan pemilihan
terhadap bahan pembelajaran untuk studi literatur yang relevan. Maka akan muncul
pertanyaan kepada peneliti "Apa yang harus dilakukan dengan informasi yang
telah diperoleh?" Perlu dilakukan seleksi terhadap informasi yang diperoleh,
artikel dan laporan yang diperoleh sudah sesuai atau belum, sudah relevan atau
tidak dengan topik permasalahan yang akan diteliti. Jika tidak relevan dapat
dihapus dari list, selanjutnya jika relevan dapat disimpan karena kemungkinan dapat
digunakan pada penyusunan penelitian. Terkadang sangat susah melakukan ini dikarenakan
tingkat kepentingan sebuah informasi tidak jelas. Hal ini mungkin akan lebih
jelas setelah penulisan abstrak atau kesimpulan diselesaikan. Terdapat beberapa
format penulisan informasi yang dapat digunakan untuk mengelolah informasi dari
literatur yang dipilih. Peneliti memiliki metode atau caranya sendiri namun
terdapat beberapa software yang dapat digunakan, seperti EndNote, Pro Cite, dan
Take Note. Dalam hal ini pentingnya penulisan daftar pustaka yang jelas, karena
dengan penulisan daftar pustaka yang jelas maka jika terdapat informasi yang kurang
jelas dapat langsung mengacu ke literatur yang dicantumkan pada pustaka, tidak
perlu harus membaca keseluruhan dokumen aslinya. Sebuah pustaka memiliki beberapa
informasi seperti nama penulis, judul artikel, penerbit dan jika penerbitan artikel
secara periodik perlu dimunculkan nomor edisinya dan halaman. Dalam bidang pendidikan.
Penulisan referensi mengikuti aturan yang disepakati pada The Publication Manual
of the American Psychological Association(APA)(2001). Contoh penulisan : Veldman,
D.J., & Sanford, J. P. (1984). The influence of class ability level on
student achievement and classroom behavior. American Educational Research
Journal, 21, 629-644.
2.5.1 Abstract or Summary
Selain melakukan pengisian
laporan pada penelitian yang dilakukan, peneliti harus menyiapkan abstrak dari
laporan, abstrak biasanya ditempatkan diawal artikel. Abstrak adalah kesimpulan
dari laporan penelitian yang berisi beberapa jenis informasi. Isi informasi
harus konsisten pada keseluruhan laporan, berikut beberapa informasi yang
terdapat pada abstrak, yang terdiri dari beberapa elemen :
Bibliographic Entry : Daftar
pustaka yang menjadi acuan tinjauan pustaka
Problem : Permasalahan yang akan
diteliti dan yang akan dibahas pada isi laporan, dapat berupa hipotesis
Subject : Judul dari permasalahan
Procedure : Prosedur penelitian
yang dilakukan atau biasanya disebut sebagai metodologi
Result and Conclusions : Pada
sesi ini dilakukan indetifikasi yang relevan terhadap hasil dan kesimpulan dari
penelitian yang dilakukan, dapat berupa data statistik.
Untuk kesimpulan yang banyak sebaiknya
diberi penomoran.
2.5.2 Organizing Information
Permasalah dalam penelitian dapat
diidentifikasi ke dalam kategori yang sesuai dengan bahan pembelajaran yang
ditinjau. Pengelompokan terjadi karena terdapat kemungkinan perbedaan pada data,
data yang berbeda tersebut dikelompokkan.Peninjauan sebuah bahan pembelajaran
dapat dikelompokkan ke dalam kategori yang sesuai dengan keunikan hasil, namun
tetap dapat diidentifikasi. Data dari setiap kategori akan digunakan untuk
penyusunan laporan penelitian yang logis dan relevan.
2.6 Interpreting and Using
Information Menginterprestasikan informasi yang ditemukan pada setiap ulasan
literatur dimulai saat sedang mengulas literatur tersebut. Pengulasan literatur
dapat menggunakan metode membaca dengan teknik skimming, pembacaan literatur
tidak perlu secara detail namun langsung ke informasi yang dibutuhkan dan perlu
ditinjau.
2.6.1 Critical Review
Critical review adalah sebuah
pelatihan pemikiran pembaca terutama peneliti dalam meninjau dan menilai
validitas sebuah laporan penelitian. Apakah keseluruhan tahapan dari penelitian
yang dilakukan sampai penulisan laporan yang disajikan, relevan dan kesimpulan
masuk akal dan konsisten. Terdapat dua jenis validasi yaitu Internal Validity
dan External Validity. Internal Validity tercapai dengan kesesuaian dan
ketepatan prosedur yang digunakan pada penelitian, sehingga hasil yang diperoleh
termasuk sebab akibat pada hasil dapat ditafsirkan dengan pasti. Sedangkan untuk
external validity dicapai dengan generalisasi hasil. Apakah pemilihan atau langkah
generalisasi yang dipilih masuk akal, apakah pemilihan ini memiliki deskripsi
atau argumen pada dasar pemikiran. Sehingga pada saat melakukan tinjauan terhadap
literatur atau laporan penelitian perlu dilakukan tinjauan yang kritis dalam memastikan
apakah informasi yang terdapat pada laporan sudah valid, konsisten, dapat dipertanggungjawabkan
serta memiliki dasar pemikiran yang logis. Hal ini dapat dilakukan oleh peneliti
yang memiliki kesamaan dasar pendidikan atau scope yang mirip atau sama dengan
literatur atau laporan yang dikaji.
2.6.2 Writing the Review
Tinjauan literatur yang sering
ditemui memiliki struktur berikut:
·
Gambaran dari masalah penelitian dan tujuan dari
tinjauan literatur.
·
Sejarah perkembangan isu-isu atau teori yang
diperhatikan.
·
Kategori utama dari artikel (by school of thought,
by variable, by context, by research paradigm atau beberapa kategori lainnya).
·
Tinjauan kritis dari artikel.
·
Perbedaan dan persamaan posisi dan temuan.
·
Keadaan saat ini pemahaman termasuk kesenjangan
dalam pengetahuan.
Ulasan ini bukan hanya daftar
kutipan yang diambil dari artikel. Sebuah tinjauan yang ditulis literatur akan
mematuhi pedoman berikut:
1. Pilih penelitian yang
berhubungan paling langsung dengan masalah yang dihadapi.
2. Tie bersama-sama hasil
penelitian sehingga relevansinya jelas. Jangan hanya memberikan ringkasan dari
referensi, mencurahkan satu atau dua paragraf untuk masing-masing tanpa menghubungkan
ide-ide dan hasil.
3. Ketika bertentangan temuan
dilaporkan di studi dan ini sangat umum dalam penelitian pendidikan hati-hati
memeriksa variasi dalam temuan dan penjelasan yang mungkin untuk mereka. Mengabaikan
variasi dan efek hanya rata-rata kehilangan informasi dan gagal untuk mengenali
kompleksitas masalah.
4. Buat keadaan bahwa review area
penelitian adalah tidak lengkap atau membutuhkan perpanjangan
5. Walaupun informasi dari
literatur harus dengan tepat direferensi, jangan membuat review serangkaian
kutipan.
6. Review seharusnya dikelola
menjadi poin-poin penting
7. Berikan pembaca beberapa
indikasi relatif pentingnya hasil dari studi ulasan
8. Menyediakan pengakhiran untuk
sesi ini.
Jangan mengakhiri dengan komentar
dari final study yang telah di review Di tiga tahap, Dunkin mengidentifikasi
dan menjelaskan sembilan jenis kesalahan, hanya disebut tipe 1 melalui Jenis 9.
ini tercantum di bawah ini sesuai dengan tahap di mana mereka terjadi.
Primary Stage
Type 1 Unexplained
detailing. Studi yang relevan
dikecualikan tanpa pembenaran untuk pengecualian.
Type 2. Lack of discrimination. Menurut
semua studi kualitas yang sama, nilai, atau relevansi ketika mereka tidak.
Secondary Stage
Type 5. Nonrecognition of faulty
author conclusions, Penafsiran yang salah dari penulis. Temuan relatif terhadap
kesimpulan penelitian. Ini adalah kesalahan sulit untuk mendeteksi dan dapat
terjadi jika kesimpulan yang diterima secara tidak kritis.
Type 6. Unwarranted
attributions. Pengulas menetapkan temuan
studi atau kesimpulan tidak dibenarkan oleh fakta-fakta sering studi dia.
Type 7. Suppression of contrary
findings Mengabaikan temuan bertentangan dengan generalisasi resensi berusaha
untuk mendukung.
Tertiary Stage
Type 8. Consequential errors Kesalahan
dalam generalisasi karena kesalahan yang dibuat pada tahap primer dan sekunder.
Hasilnya generalisasi yang keliru sebagai konsekuensi dari kesalahan
sebelumnya.
Type 9. Failure to marshall all
evidence relevant to a generalization Kegagalan untuk mengenali hasil / kesimpulan
dari sebuah penelitian yang relevan dengan generalisasi
2.6.3 Referencing
Ketika informasi ini dilaporkan
dari sumber, itu harus cukup acuan. Sejumlah format diterima untuk referensi
dapat digunakan, salah satunya adalah catatan kaki di bagian bawah halaman. Di
bagian bawah halaman sering kita lihat :
1D. N. Harris. C. Herrington, and
A. Albee, The future of vouchers: Lessons from the adoption, design, and court
challenges of Florida's three voucher programs. Educational Policy, 21, 1 (2007).
215-244.
Untuk cerita, jika ada lebih dari
tiga penulis dari sebuah artikel, nama terakhir dari penulis pertama mungkin
tercantum, diikuti oleh et al. (Yang berarti "dan lain-lain"), daripada
menulis nama semua penulis. Sebuah modifikasi dari prosedur ini adalah untuk
membuat daftar semua nama pertama kalinya referensi yang digunakan, kemudian
gunakan et al. jika dirujuk lagi. Hal ini dilakukan hanya untuk singkatnya.
catatan kaki akan berisi nama semua penulis.
Referensi dapat dilakukan dengan beberapa cara catatan kaki tradisional
atau metode yang lebih pendek, menggunakan tanggal penulis atau format nomor
penulis.
2.6.4 Preparing Bibliography
Pada umumnya, langkah terakhir
dari ulasan yang menyusun daftar pustaka. Beberapa jurnal membedakan antara
daftar referensi dan daftar pustaka; daftar referensi terbatas pada referensi
yang dikutip dalam laporan, sedangkan daftar pustaka juga dapat mencakup referensi
untuk informasi latar belakang atau membaca lebih lanjut. American Psychological
Association (2001), misalnya, membuat perbedaan ini. Meskipun bibliografi dapat
mencakup entri yang tidak disebutkan secara langsung di review, tidak bijaksana
untuk menyertakan sejumlah besar uncited entries.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar