Jumat, 21 Oktober 2016

Chapter 3 : Conducting Search Literature

1.       PENDAHULUAN
Pemilihan masalah dalam penelitian haruslah berdasarkan konteks yang terdapat pada literatur. Permasalahan yang bukan berasal dari literatur yang dianggap profesional tidak bisa dianggap sebagai masalah yang cukup penting. Tinjauan pustaka merupakan sebuah langkah dalam proses penelitian yang menentukan letak permasalahan di dalam konteks literatur secara keseluruhan.  Sebuah topik penelitian seperti voucher sekolah akan ditemukan dalam literatur yang tidak bersifat ilmiah seperti surat koran dan majalah tetapi juga akan ditemukan dalam literatur yang dianggap profesional seperti buku, jurnal, dan paper yang dipresentasikan saat pertemuan-pertemuan profesional. Tugas si peneliti adalah untuk memilih sumber yang relevan, menggambarkan perbedaan letak permasalahan, dan menyimpulkan hal yang diketahui mengenai topik. Artikel-artikel penelitian serta berbagai opini harus diikutsertakan apabila topik bersifat kontroversial. Hal ini merupakan proses dalam penelitian yang mengajarkan seorang peneliti hingga sedemikian rupa tentang permasalahan dalam penelitian bahwa seorang peneliti menjadi seorang ahli dalam persoalan.  Ada dua bagian utama melakukan tinjauan pustaka, yang masing-masing memiliki beberapa sub-bagian. Yang pertama adalah pemilihan bagian yang spesifik dalam literatur yang akan diikutsertakan dalam tinjauan pustaka, dan yang kedua adalah proses penulisan tinjauan tersebut. Pada bab ini akan dibahas mengenai keduanya.

2. ISI

2.1 Conducting a Search of Literature
Ada dua pendekatan yang biasanya digunakan untuk memilih sumber dari suatu penelitian. Yang pertama adalah dengan melakukan pencarian di Internet. Sebuah pencarian menggunakan Yahoo, Google, atau mesin pencari lainnya akan menghasilkan sumber yang lebih banyak daripada yang bisa digunakan, karena setiap situs biasanya terhubung ke situs lainnya, sehingga pola pencarian akan ditentukan berdasarkan link yang ada. Situs yang relevan akan banyak ditemukan, namun tidak semuanya dapat digunakan sebagai sumber informasi. Hal ini bisa menyebabkan keputusasaan dikarenakan informasi yang jumlahnya sedikit. Penggalian informasi dengan cara seperti ini sangat tidak sistematis dan akan berakhir ketika si peneliti mencapai titik jenuhnya, sehingga hasilnya sudah pasti tidak memuaskan. Namun bukan berarti bahwa internet tidak layak dijadikan sarana dalam mencari informasi oleh seorang peneliti, hanya saja seorang peneliti harus bijak dalam memilih situs untuk dikunjungi. Alangkah baiknya jika melakukan konfirmasi mengenai situs yang berbobot kepada orang yang ahli dalam bidang yang akan diteliti. Yang kedua adalah dengan melakukan pencarian secara langsung di perpustakaan. Metode ini merupakan cara terbaik bagi peneliti yang masih pemula karena saat ini para pustakawan sudah dilatih dengan baik untuk menjadi seorang profesional di bidang perpustakaan yang secara otomatis akan memermudah seorang peneliti dalam menemukan sumber yang relevan dengan permasalahan yang akan ditelitinya. Para pustakawan akan memberikan penjelasan mengenai cara efektif untuk menggunakan perpustakaan, menggunakan basis data yang berisi penelitian-penelitian--termasuk sumber lain yang berbasis online—dan pustakawan juga menyadari akan luasnya cakupan sumber-sumber literatur yang relevan. Dalam melakukan pencarian di perpustakaan, para peneliti diharapkan untuk memahami kapasitas dari perpustakaan tersebut, informasi yang ada di perpustakaan yang juga tersedia secara online, serta cara untuk mengakses sumber-sumber yang ada di perpustakaan lain.  Tanpa pemahaman yang demikian, melakukan tinjauan pustaka akan menjadi sebuah proses yang menjengkelkan. Rincian yang dijelaskan sebelumnya merupakan asumsi yang tidak bisa dijadikan tolok ukur untuk semua situasi/tempat melakukan penelitian. Jumlah informasi yang diperoleh dari berbagai sumber tidak lantas menjadikan tinjauan pustaka sebagai hal yang sepele. Tinjauan pustaka merupakan hasil dari proses yang sistematis, yang membutuhkan ketelitian dan penalaran yang tinggi terhadap bahan bacaan serta perhatian terhadap hal-hal yang bersifat rinci. Didalam melakukan tinjauan pustaka, si peneliti mencoba untuk menentukan hal yang dipelajari orang lain mengenai permasalahan serupa dan untuk menggabungkan dengan informasi yang relevan dengan permasalahan yang akan dibahas peneliti tersebut. Ada tiga pertanyaan yang difokuskan dalam proses ini, yaitu :
1. Dimana informasi tersebut ditemukan?
2. Apa yang seharusnya dilakukan terhadap
informasi tersebut setelah ditemukan?
3. Apa yang menjadikannya sebagai informasi?
Pertanyaan pertama berkaitan dengan sumber- sumber yang spesifik, baik sumber yang tidak memiliki fisik (bersifat elektronik) maupun sumber yang memiliki fisik (buku, jurnal, dll.) Pertanyaan kedua berkaitan dengan bagaimana informasi tersebut dikumpulkan dan disimpulkan.  Misalnya ketika isi dari sebuah laporan relevan dengan permasalahan penelitian yang masih sedang dipelajari maka informasi tersebut harus disimpan/dipelihara dengan cara yang tepat.  Pertanyaan ketiga agak bersifat abstrak. Untuk menjawab pertanyaan pertama dan kedua, peneliti hanya perlu menemukan informasi lalu membuat sebuah prosedur untuk memeliharanya. Namun dalam menjawab pertanyaan ketiga membutuhkan pembuatan keputusan tentang informasi dalam laporan penelitian. Apa bagian-bagian dari hasil laporan yang relevan dengan permasalahan penelitian? Seberapa baikkah penelitian tersebut dilakukan? Maka, dalam menjawab pertanyaan ketiga dibutuhkan sebuah analisis secara kritis tentang laporan yang ditinjau. Dalam bagian selanjutnya terdapat sebuah pembahasan tentang mengevaluasi laporan penelitian. Kemudian informasi dari laporan-laporan yang berhubungan dapat disatukan. Manfaat dari tinjauan pustaka selain menyediakan konteks untuk ilmu penelitian :
1. Membatasi dan mengidentifikasi permasalahan penelitian serta hipotesis-hipotesis dengan lebih spesifik.
2. Menginformasikan si peneliti tentang hal yang telah selesai dilakukan pada bidang tersebut
3. Menyediakan desain penelitian yang memungkinkan dan tata cara secara metodologi yang dapat digunakan dalam ilmu penelitian.
4. Menyediakan usulan-usulan untuk modifikasi yag mungkin dilakukan dalam penelitian untuk menghindari permasalahan yang tidak diantisipasi.
5. Mengidentifikasi celah yang mungkin muncul dalam penelitian.
6. Menyediakan sebuah latar belakang untuk menginterpretasikan hasll-hasil dari penelitian
Tinjauan mengenai literatur terkait memberikan tujuan ganda dan sangat perlu untuk studi penelitian yang didesain dengan baik.


2.2 The Activities of the Review of the Literature
Layaknya kebanyakan aktivitas atau langkah dalam sebuah proses, dalam melakukan tinjauan pustaka tentu ada cara yang efisien dan tidak efisien. Daripada langsung pergi ke perpustakaan atau melakukan pencarian di internet dan mencatat hasil pencariannya dengan sembarangan, seorang peneliti seharusnya mengikuti langkah sistematis yang akan seperti yang akan dituliskan dibawah ini. Berikut adalah urutan aktivitas dalam melakukan tinjauan pustaka :
1. Mengidentifikasi faktor-faktor yang relevan, yang mendeskripsikan permasalahan seperti kata kunci atau frase tertentu.
2. Mengidentifikasi sumber-sumber seperti indeks yang tepat atau sistem yang mengembalikan hasil pencarian
3. Mengidentifikasi judul dari laporan-laporan yang relevan dan memiliki potensi terhadap permasalahan penelitian
4. Menempatkan salinan dari laporan-laporan untuk ditinjau. Setelah menempatkan salinan-salinan tersebut dengan tepat, ada dua pilihan yang mungkin dilakukan. Yang pertama adalah membuang laporan-laporan yang tidak relevan, dan yang kedua adalah memisahkan laporan secara terurut atau berdasarkan kategori yang relevan/penting.
5. Memersiapkan ikhtisar atau ringkasan untuk laporan-laporan yang berisi informasi yang relevan
6. Pada langkah berikut ini ada dua pilihan yang bisa dilakukan yaitu :
a. Menulis tinjauan pustaka
b. Memersiapkan sebuah daftar pustaka yang lengkap.

Meskipun langkah-langkah tersebut mengandung unsur ketidakefisienan dalam menempatkan sumber dan laporan, namun efisiensi akan meningkat secara otomatis dengan mengikuti langkah-langkah tersebut. Aspek penting lainnya dalam melakukan aktivitas-aktivitas tersebut adalah melakukan dengan selengkap dan seakurat tugas awal untuk setiap aktivitas. Semua aktivitas di atas diinisiasikan setelah permasalahan penelitian diidentifikasi, walaupun bersifat sementara. Dengan menerapkan aktivitas diatas dalam melakukan tinjauan pustaka maka akan mengurangi tingkat frustasi dan juga menghemat waktu.

2.2.1 Sources of Information

Tidak ada istilah kekurangan untuk laporan penelitian yang berkaitan dengan pendidikan. Laporan tersebut dipublikasikan dalam bentuk buku, laporan teknis, tesis akademik dan beberapa seminar pendidikan. Kebanyakan laporan saat ini dapat ditemukan dalam bentuk elektronik dan dapat diakses melalui perpustakaan di setiap institusi pendidikan atau situs-situs tertentu (jika memililki otorisasi yang diakui). Biasanya otorisasi tersebut diberikan kepada seluruh pelajar/mahasiswa.
2.2.2 The Library

Hampir semua perpustakaan di perguruan tinggi atau universitas menyediakan sumber dalam bentuk elektronik sebagai tambahan untuk sumber yang tidak berbentuk elektronik (konvensional), walaupun beberapa masih belum secanggih yang lainnya. Seorang peneliti harus mampu memanfaatkan perpustakaan dengan seefektif mungkin, dengan atau tidak melibatkan pustakawan untuk membantu mencari artikel yang berhubungan dengan permasalahan penelitian. Namun pustakawan, terlebih yang dilatih khusus dengan wawasan penelitian, akan sangat membantu seorang peneliti dalam menemukan artikel yang dibutuhkannya. Selain itu, pada beberapa perpustakaan sudah tersedia sistem perpustakaan yang canggih, yang bisa digunakan untuk melakukan pencarian artikel/jurnal dengan menggunakan judul artikel/jurnal atau nama penulis. Seperti sistem yang ada pada perpustakaan Universitas Michigan, yang disebut MIRLYN (Michigan Research LibrarY Network), yang dapat digunakan dalam mencari artikel/jurnal melalui pencarian sederhana (terbatas untuk Ann Arbor dan Flint) dan pencarian dengan berbagai kategori, dan Command Language (bahasa komputer). Pencarian menggunakan MIRLYN akan menampilkan daftar hasil dan riwayat pencarian.
2.2.3 Prodical Literature

Beberapa literatur periodik termasuk kedalam jurnal profesional, sebuah buku informasi penelitian dalam penerbitan skala besar. Jurnal ini tidak seperti internet dimana orang-orang dapat menyampaikan apapun dengan bebas, sedangkan jurnal ini memiliki sebuah proses penyaringan yang disebut “peer review”. Biasanya jurnal yang diterbitkan dibeberapa negara selalu memiliki informasi penelitian. Pada saat ini banyak jurnal telah memiliki format elektronik, dengan begitu jurnal tersebut dapat dengan mudah diakses dimanapun.
2.2.4 Indexes and Abstracts

Pada umumnya index dan abstak adalah kumpulan rujukan atas karya tulis yang disusun secara sistematis, untuk menunjukan dimana bahan bahan tersebut berkala lainnya, bagian buku teks, tesis, disertasi, laporan penelitian, pidato, dan lainnya. Untuk lebih jelasnya index adalah daftar kata atau frasa dan terkait dengan petunjuk pada dokumen. Sedangkan abstrak merupakan ringkasan dari suatu hasil penulisan, sering dibatasi dengan subjek tertentu , dan disertai gambaran bibliografis. Index dan abstark memiliki fungsi yang sama antara lain:
1. Sebagai alat penelurusan informasi
2. Merupakan petunjuk tentang data atau informasi
3. Dapat menghubungkan subjek atau cabang- cabang ilmu pengetahuan
4. Alat seleksi bahan pustaka
Index dan abstrak hampir pasti ada di seluruh perpustakaan milik universitas, dan prosedur penggunaanya pun tidak jauh berbeda, bahkan sama. Biasanya index akan diawali dengan detil informasi yang dimiliki oleh artikel, terutama terkait ketersediaan dan keberadaan dokumen tersebut.

2.2.5 ERIC

ERIC yang memiliki kepanjangan “Education Resources Information Center” ini adalah sebuah pusat informasi yang berupa perpustakaan digital dengan koleksi makalah, dokumen penelitian, artikel jurnal, laporan teknis, deskripsi program serta evaluasi terkait dengan bidang pendidikan. ERIC berbasis internet, yang dapat diakses dengan mudah oleh siapa saja. ERIC dikembangkan oleh Institute of Education Sciences (IES) Department of Education U.S. sejak tahun 1966 dan sejak tahun itu pun IES mulai memperkenalkan koleksi laporan dan dokumen yang dimiliki pada perpustakaan digitalnya. Jumlah koleksi yang dimiliki ERIC sampai sekarang yaitu lebih dari 115.000 full-text material dalam bentuk format PDF. Semua dokumen yang telah menjadi koleksi, lengkap memiliki bibliography dan abstact atau summary. Selain itu, ERIC juga memiliki lebih dari 1.2 juta index items sejak awa berdirinya ERIC. Alamat url yang dapat digunakan untuk mengakses ERIC adalah www.eric.ed.gov.
Contoh Penggunaan ERIC
1. Pastikan topik dokumen yang akan dicari, sebagai contoh literatur terkait dengan school vouchers.
2. Akses ERIC menggunakan search engine dengan mengetik alamat www.eric.ed.gov
3. Selanjutnya akan muncul halaman pencarian berdasarkan kata kunci, penulis, judul, deksriptor, dan nomor ERIC.
4. Pastikan di kotak pencarian dengan kata kunci “school vouchers”
5. Dari pencarian diatas akan ditampulkan 1115 records baris terkait dengan school vouchers
6. Jangan khawatir dengan jumlah baris yang telah ditemukan. ERIC menyediakan pencarian kedua yaitu dengan menambahkan kata kunci berikutnya “court cases”
7. Eric menyediakan pencarian berdasarkan kata-kata khusus terkait dengan pendidikan ERIC merupakan sebuah alat yang memiliki nilai lebih dalam me-review sebuah literatur.
Alat ini sangat efisien dala melakukan pencarian artikel, laporan dan pappers. Akan tetapi, pengguna ERIC tidak boleh melupakan kehadiran buku, majalah, koran dan disertasi lainnya yang memiliki fungsi sebagai sumber literatur.

2.2.6 Reports of Meta-Analysis

Suatu teknik statistika untuk menggabungka dua hasil atau lebih penelitian sejenis dengan variabel-variabel serupa sehingga diperoleh paduan data secara kuantitatif. Meta-analysis tidak fokus pada kesimpulan yang didapat pada berbagai studi, melainkan fokus pada data, seperti melakukan operasi pada variabel-variabel, besarnya ukuran efek, dan ukuran sampel. Meta-analysis memungkinkan adanya pengkombinasian hasil-hasil yang beragam dan memperhatikan ukuran sampel relatif dan ukuran efek. Hasil analisis nantinya akan digunakan sebagai dasar untuk menerima atau mendukung hipotesis, menolak hipotesis yang diajukan oleh beberapa peneliti lain. Kelebihan Meta-analysis
1. Lebih sedikit subjektivitas dan judgement
2. Akan banyak mengambil sampel, karena menggunakan pendekatan kuantitatif. Hasil akhirnya dinamakan “effect size”.
3. Meta-analysis memungkinkan mengkombinasikan berbagai macam hasil penelitian yang telah ada sebelumnya.
4. Metode ini fokus pada pengakumulasian impact dari hasil-hasil yang tidak signifikan.
5. Metode ini juga dapat menjwab pertanyaan seputar kesenjangan hasil yang terjadi dari studi yang bermacam-macam.
6. Pada penelitian bidang bisnis, Meta-analysis membuat organizational behaviour yang baik.
Kekurangan Meta-analysis
1. Karena banyaknya sampel yang diambil, maka kemungkinan akan terjadi/memiliki sampel –sampel yang bias serta data-data yang tidak perlu (sampah).
2. Meta-analysis seringkali membuat hasil yang dipublikasikan hanya yang signifikan saja.
3. Metode akan merata-ratakan sesuatu. Jadi sesuatu yang berbeda bisa jadi dipandang sama oleh metode ini.
4. Metode ini tidak cocok diterapkan bila sampel datanya kecil.
5. Bisa saja terjadi metodological error.

2.2.7 Review of Educational Research (RER)

Salah satu sumber informasi yang sangat berguna dan berharga terkait masalah penelitian adalah me-review bermacam-macam penelitian yang telah dilakukan. Review of Educational Research adalah ulasan yang diterbitkan setiap triwulan oleh American Educational Research Association yang mengulas tentang berbagai topik penelitian. RER juga menerbitkan ulasan secara teratur dan berkala dan juga sesuai kebutuhan. Ulasan yang diberikan merupakan ulasan yang bersifat kritis dan terintegrasi dengan studi pustaka yang berhubungan dengan penelitian.

2.2.8 Theses and Disertations

Tesis adalah tulisan ilmiah yang sifatnya mendalam dan mengungkapkan suatu pengetahuan baru yang diperoleh melalui penelitan. Tesis merupakan bukti kemampuan yang bersangkutan dalam penelitian dan pengembangan ilmu pada salah satu bidang keilmuan dalam ilmu pendidikan sesuai ilmu yang dipelajari. Tesis memiliki 2 (dua) jenis yaitu penelitian kuantitatif yang membangun pernyataan/kerangka hipotetikal dan penelitian kualitatif yang tidak membangun pernyataan/kerangka hipotetikal format. Karakteristik Tesis
1. Berfokus pada salah satu isu utama yang tercakup dalam salah satu ilmu pendidika peneliti
2. Merupakan pengujian empirik tehadap posisi teoritik tertentu
3. Menggunakan data primer sebagai data utama
4. Ditulis dengan bahasa Indonesia yang baik dan benar, kecuali untuk program studi bahasa asing Disertasi merupakan penulisan ilmiah tingkat tinggi untuk dapatkan gelar Doktor Falsafah (ph.D).
Disertasi berisi fakta berupa penemuan dari penulis berdasarkan metode dan analisis yang dapat dipertahankan kebenarannya.


2.2.9 Books

Banyak sekali buku yang dapat ditemui yang mengangkat topik penelitian edukasi dan biasanya ditemukan di bagian referensi atau melalui perpustakaan universitas. Buku yang mengangkat tema penelitian pada area edukasi yang spesifik, sangat berguna sebagai sumber informasi. Memiliki beragam informasi, biasanya diatur dalam bagian dan topik yang spesifik. Suatu kelemahan dari buku terkadang informasi yang ada tidak terkini dan tidak sesuai dengan apa yang terjadi di lapangan saat ini. The Encyclopedia of Educational Research (EER) ialah proyek dari American Educational Research Assocation (AERA) yang merepresentasikan ikhtisar dari penelitian yang mengcover lima isu penting yang ada pada edukasi. EER tidak serta merta meringkas katalog penelitian yang ada melainkan tiap ringkasan menyajikan evaluasi kritis, sintesis, dan interpretasi dari sebuah literatur pada topik. Kesulitan saat menemukan sebuah informasi bukan karena kurangnya informasi , melainkan kurangnya usaha untuk mencari sumber informasi yang relevan.

2.3 Computer Searches of Databases

Computer-assisted searches of database ialah servis yang dilakukan pada perpustakaan dan dilakukan oleh librarian yang profesional. Siapapun yang memiliki akses ke perpustakaan bisa menikmati layanan ini. Karena perpustakaan universitas dan perpustakaan lainnya memiliki database dan sistem yang berbeda, maka prosedur yang diberlakukan untuknya pun diperlakukan secara spesifik untuk melakukan pencarian.

2.3.1 Conducting a Search

Selain proses pencarian secara spesifik yang digunakan, ada beberapa kesamaan dalam melakukan pencarian. Pencarian dimulai dengan mengidentifikasi konsep atau term dari suatu masalah yang ingin di penelitian, lalu memilih deskriptor atau subjek dari gagasan yang pantas untuk mendeskripsikan konsepnya. Limiting or Broadening Search ialah untuk mencari suatu problem penelitian secara spesifik agar lebih terfokus dan menjaga referensinya agar bisa diatur, cara untuk membatasi suatu pencarian adalah :
1. Menggunakan konektor kata dan diantara dua kata atau lebih. Supaya dapat diidentifikasi, kedua kata harus muncul dalam referensi.
2. Bahasa, biasanya hanya dibatasi dalam bahasa tertentu
3. Alur waktu mundur, untuk contoh kembali ke tahun 1985 atau tanggal yang diinginkan saja.
4. Tipe publikasi, membatasi secara periodikal.
5. Level edukasi, tingkat edukasi yang lebih tinggi.

Broadening ialah pencarian yang menggunakan konektor kata atau dari kedua kata atau lebih. Konektor ini akan mengidentifikasi referensi dimana suatu pencarian terdapat pada kedua kata itu atau bukan.

2.4 Selecting Studies for the Review of the Literature

Dalam melakukan review atau studi literatur pada kebayakan topik pendidikan sangat luas cakupannya dan tidak seperti studi lainnya yang dapat dilakukan melalui review. Literatur yang dapat dijadikan mejadi acuan harus dicantumkan kepada laporan dan diharapkan dapat relevan dengan topik yang diajukan. Pemilihan bahan pembelajaran yang menjadi sumber untuk di-review terbagi atas dua bagian yaitu sumber yang primer dan sekunder, sumber perimer dapat berupat laporan dan artikel, yang ditulis oleh orang yang langsung melakukan penelitian, sementara sumber sekunder ditulis oleh pihak yang tidak melakukan penelitian secara langsung, melainkan melakukan analisis terhadap penelitian yang sudah ada. Contoh dari sumber sekunder adalah meta-analysis Terdapat beberapa cara yang dapat dilakuakan untuk memperoleh literatur yang relevan untuk di review. Salah satu caranya adalah dengan melihat sembilan atau sepuluh referensi dari literatur terkait.  Biasanya yang dicantumkan adalah bahan pembelajaran terbaru dan beberapa pasti memiliki bahan pustaka terbaru juga. Peneliti yang melakukan studi literatur pada berbagai sumber bahan pembelajaran dapat membedakan bahan pembelajaran yang memiliki kesamaan atau kemiripan topik, jika terdapat banyak bahan pembelajaran yang mengacu ke pustaka yang sama, maka itu dapat menjadi bahan pembelajaran untuk di-review. Terkadang buku pedoman atau yang biasa dikenal dengan istilah handbook juga dapat dijadikan referensi yang merupakan sumber sekunder, namun kekurangan dari buku pedoman terkadang informasi yang disajikan tidak merupakan hasil penelitian terbaru, melainkan hasil analisis terhadap penelitian yang sudah lama. Poin penting pemilihan bahan pembelajaran untuk studi literatur adalah perlunya memastikan bahwa bahan pembelajaran merupakan terbitan terbaru dengan informasi yang relevan dengan kondisi saat penelitian akan dilakukan.

2.5 Assembling and Summarizing Information

Setelah melakukan pemilihan terhadap bahan pembelajaran untuk studi literatur yang relevan. Maka akan muncul pertanyaan kepada peneliti "Apa yang harus dilakukan dengan informasi yang telah diperoleh?" Perlu dilakukan seleksi terhadap informasi yang diperoleh, artikel dan laporan yang diperoleh sudah sesuai atau belum, sudah relevan atau tidak dengan topik permasalahan yang akan diteliti. Jika tidak relevan dapat dihapus dari list, selanjutnya jika relevan dapat disimpan karena kemungkinan dapat digunakan pada penyusunan penelitian. Terkadang sangat susah melakukan ini dikarenakan tingkat kepentingan sebuah informasi tidak jelas. Hal ini mungkin akan lebih jelas setelah penulisan abstrak atau kesimpulan diselesaikan. Terdapat beberapa format penulisan informasi yang dapat digunakan untuk mengelolah informasi dari literatur yang dipilih. Peneliti memiliki metode atau caranya sendiri namun terdapat beberapa software yang dapat digunakan, seperti EndNote, Pro Cite, dan Take Note. Dalam hal ini pentingnya penulisan daftar pustaka yang jelas, karena dengan penulisan daftar pustaka yang jelas maka jika terdapat informasi yang kurang jelas dapat langsung mengacu ke literatur yang dicantumkan pada pustaka, tidak perlu harus membaca keseluruhan dokumen aslinya. Sebuah pustaka memiliki beberapa informasi seperti nama penulis, judul artikel, penerbit dan jika penerbitan artikel secara periodik perlu dimunculkan nomor edisinya dan halaman. Dalam bidang pendidikan. Penulisan referensi mengikuti aturan yang disepakati pada The Publication Manual of the American Psychological Association(APA)(2001). Contoh penulisan : Veldman, D.J., & Sanford, J. P. (1984). The influence of class ability level on student achievement and classroom behavior. American Educational Research Journal, 21, 629-644.

2.5.1 Abstract or Summary

Selain melakukan pengisian laporan pada penelitian yang dilakukan, peneliti harus menyiapkan abstrak dari laporan, abstrak biasanya ditempatkan diawal artikel. Abstrak adalah kesimpulan dari laporan penelitian yang berisi beberapa jenis informasi. Isi informasi harus konsisten pada keseluruhan laporan, berikut beberapa informasi yang terdapat pada abstrak, yang terdiri dari beberapa elemen :
Bibliographic Entry : Daftar pustaka yang menjadi acuan tinjauan pustaka
Problem : Permasalahan yang akan diteliti dan yang akan dibahas pada isi laporan, dapat berupa hipotesis
Subject : Judul dari permasalahan
Procedure : Prosedur penelitian yang dilakukan atau biasanya disebut sebagai metodologi
Result and Conclusions : Pada sesi ini dilakukan indetifikasi yang relevan terhadap hasil dan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan, dapat berupa data statistik.
Untuk kesimpulan yang banyak sebaiknya diberi penomoran.

2.5.2 Organizing Information

Permasalah dalam penelitian dapat diidentifikasi ke dalam kategori yang sesuai dengan bahan pembelajaran yang ditinjau. Pengelompokan terjadi karena terdapat kemungkinan perbedaan pada data, data yang berbeda tersebut dikelompokkan.Peninjauan sebuah bahan pembelajaran dapat dikelompokkan ke dalam kategori yang sesuai dengan keunikan hasil, namun tetap dapat diidentifikasi. Data dari setiap kategori akan digunakan untuk penyusunan laporan penelitian yang logis dan relevan.

2.6 Interpreting and Using Information Menginterprestasikan informasi yang ditemukan pada setiap ulasan literatur dimulai saat sedang mengulas literatur tersebut. Pengulasan literatur dapat menggunakan metode membaca dengan teknik skimming, pembacaan literatur tidak perlu secara detail namun langsung ke informasi yang dibutuhkan dan perlu ditinjau.

2.6.1 Critical Review

Critical review adalah sebuah pelatihan pemikiran pembaca terutama peneliti dalam meninjau dan menilai validitas sebuah laporan penelitian. Apakah keseluruhan tahapan dari penelitian yang dilakukan sampai penulisan laporan yang disajikan, relevan dan kesimpulan masuk akal dan konsisten. Terdapat dua jenis validasi yaitu Internal Validity dan External Validity. Internal Validity tercapai dengan kesesuaian dan ketepatan prosedur yang digunakan pada penelitian, sehingga hasil yang diperoleh termasuk sebab akibat pada hasil dapat ditafsirkan dengan pasti. Sedangkan untuk external validity dicapai dengan generalisasi hasil. Apakah pemilihan atau langkah generalisasi yang dipilih masuk akal, apakah pemilihan ini memiliki deskripsi atau argumen pada dasar pemikiran. Sehingga pada saat melakukan tinjauan terhadap literatur atau laporan penelitian perlu dilakukan tinjauan yang kritis dalam memastikan apakah informasi yang terdapat pada laporan sudah valid, konsisten, dapat dipertanggungjawabkan serta memiliki dasar pemikiran yang logis. Hal ini dapat dilakukan oleh peneliti yang memiliki kesamaan dasar pendidikan atau scope yang mirip atau sama dengan literatur atau laporan yang dikaji.

2.6.2 Writing the Review

Tinjauan literatur yang sering ditemui memiliki struktur berikut:
·         Gambaran dari masalah penelitian dan tujuan dari tinjauan literatur.
·         Sejarah perkembangan isu-isu atau teori yang diperhatikan.
·         Kategori utama dari artikel (by school of thought, by variable, by context, by research paradigm atau beberapa kategori lainnya).
·         Tinjauan kritis dari artikel.
·         Perbedaan dan persamaan posisi dan temuan.
·         Keadaan saat ini pemahaman termasuk kesenjangan dalam pengetahuan.

Ulasan ini bukan hanya daftar kutipan yang diambil dari artikel. Sebuah tinjauan yang ditulis literatur akan mematuhi pedoman berikut:

1. Pilih penelitian yang berhubungan paling langsung dengan masalah yang dihadapi.
2. Tie bersama-sama hasil penelitian sehingga relevansinya jelas. Jangan hanya memberikan ringkasan dari referensi, mencurahkan satu atau dua paragraf untuk masing-masing tanpa menghubungkan ide-ide dan hasil.
3. Ketika bertentangan temuan dilaporkan di studi dan ini sangat umum dalam penelitian pendidikan hati-hati memeriksa variasi dalam temuan dan penjelasan yang mungkin untuk mereka. Mengabaikan variasi dan efek hanya rata-rata kehilangan informasi dan gagal untuk mengenali kompleksitas masalah.
4. Buat keadaan bahwa review area penelitian adalah tidak lengkap atau membutuhkan perpanjangan
5. Walaupun informasi dari literatur harus dengan tepat direferensi, jangan membuat review serangkaian kutipan.
6. Review seharusnya dikelola menjadi poin-poin penting
7. Berikan pembaca beberapa indikasi relatif pentingnya hasil dari studi ulasan
8. Menyediakan pengakhiran untuk sesi ini.
Jangan mengakhiri dengan komentar dari final study yang telah di review Di tiga tahap, Dunkin mengidentifikasi dan menjelaskan sembilan jenis kesalahan, hanya disebut tipe 1 melalui Jenis 9. ini tercantum di bawah ini sesuai dengan tahap di mana mereka terjadi.

Primary Stage

Type 1 Unexplained detailing.  Studi yang relevan dikecualikan tanpa pembenaran untuk pengecualian.
Type 2. Lack of discrimination. Menurut semua studi kualitas yang sama, nilai, atau relevansi ketika mereka tidak. Secondary Stage
Type 5. Nonrecognition of faulty author conclusions, Penafsiran yang salah dari penulis. Temuan relatif terhadap kesimpulan penelitian. Ini adalah kesalahan sulit untuk mendeteksi dan dapat terjadi jika kesimpulan yang diterima secara tidak kritis.
Type 6. Unwarranted attributions.  Pengulas menetapkan temuan studi atau kesimpulan tidak dibenarkan oleh fakta-fakta sering studi dia.
Type 7. Suppression of contrary findings Mengabaikan temuan bertentangan dengan generalisasi resensi berusaha untuk mendukung.

Tertiary Stage
Type 8. Consequential errors Kesalahan dalam generalisasi karena kesalahan yang dibuat pada tahap primer dan sekunder. Hasilnya generalisasi yang keliru sebagai konsekuensi dari kesalahan sebelumnya.
Type 9. Failure to marshall all evidence relevant to a generalization Kegagalan untuk mengenali hasil / kesimpulan dari sebuah penelitian yang relevan dengan generalisasi


2.6.3 Referencing
Ketika informasi ini dilaporkan dari sumber, itu harus cukup acuan. Sejumlah format diterima untuk referensi dapat digunakan, salah satunya adalah catatan kaki di bagian bawah halaman. Di bagian bawah halaman sering kita lihat :

1D. N. Harris. C. Herrington, and A. Albee, The future of vouchers: Lessons from the adoption, design, and court challenges of Florida's three voucher programs. Educational Policy, 21, 1 (2007). 215-244.

Untuk cerita, jika ada lebih dari tiga penulis dari sebuah artikel, nama terakhir dari penulis pertama mungkin tercantum, diikuti oleh et al. (Yang berarti "dan lain-lain"), daripada menulis nama semua penulis. Sebuah modifikasi dari prosedur ini adalah untuk membuat daftar semua nama pertama kalinya referensi yang digunakan, kemudian gunakan et al. jika dirujuk lagi. Hal ini dilakukan hanya untuk singkatnya. catatan kaki akan berisi nama semua penulis.  Referensi dapat dilakukan dengan beberapa cara catatan kaki tradisional atau metode yang lebih pendek, menggunakan tanggal penulis atau format nomor penulis.

2.6.4 Preparing Bibliography
Pada umumnya, langkah terakhir dari ulasan yang menyusun daftar pustaka. Beberapa jurnal membedakan antara daftar referensi dan daftar pustaka; daftar referensi terbatas pada referensi yang dikutip dalam laporan, sedangkan daftar pustaka juga dapat mencakup referensi untuk informasi latar belakang atau membaca lebih lanjut. American Psychological Association (2001), misalnya, membuat perbedaan ini. Meskipun bibliografi dapat mencakup entri yang tidak disebutkan secara langsung di review, tidak bijaksana untuk menyertakan sejumlah besar uncited entries.




Tidak ada komentar:

Posting Komentar