Chapter 1
Pendahuluan
Penelitian telah menjadi suatu fenomena yang terjadi pada peradaban manusia serta berdampak bagi seluruh umat manusia. Bahkan seorang pelajar bisa dikatakan tidak berkembang tanpa adanya penelitian yang dilakukannya. Penelitian tersebut tidak terbatas cakupannya, meliputi segala aspek, ada yang dilakukan dalam waktu yang singkat, namun ada juga yang dilakukan dalam waktu yang lama. Namun tidak semua penelitian dilakukan dengan dasar keingintahuan akan suatu bidang ilmu pendidikan, seperti contohnya yang dilakukan oleh kebanyakan pelajar, bahwa mereka melakukan penelitian semata-mata hanya untuk syarat kelulusan, sehingga sering mengabaikan aspek-aspek penting dalam melakukan penelitian. Hal tersebut tentu saja memengaruhi kualitas pendidikan karena setiap pengambilan keputusan di institusi pendidikan sangat dipengaruhi oleh hasil dari penelitian. Oleh sebab itu untuk menghasilkan hasil penelitian yang baik diperlukan beberapa teknik penting seperti mengetahui hal yang dilakukan dalam situasi tertentu, cara mengidentifikasi permasalahan dalam penelitian, prosedur yang dibutuhkan dalam menemukan masalah yang spesifik, cara mengumpulkan dan merepresentasikan data, cara memroduksi laporan yang baik.
Karakteristik Penelitian Edukasional
Pada dasarnya penelitian adalah aktivitas, proses dengan beragam prosedur namun secara umum dapat ditentukan karakteristiknya. Berikut adalah karakteristik penelitian secara umum :
- Penelitian merupakan hal yang bersifat empiris
- Penelitian harus bersifat sistematis
- Penelitian harus berdasarkan validasi yang kuat
- Penelitian harus terpercaya dan dapat dipertanggungjawabkan kebenarannya
- Penelitian dapat dilakukan dengan beragam bentuk
Sebuah pendekatan empiris yang kuat menunjukkan karakter penelitian edukasional. Secara teknis, sifat empiris adalah keseluruhan ilmu pengetahuan yang berasal dari pengalaman yang datang dari hasil pengamatan serta percobaan. Seorang peneliti harus bekerja dengan data yang diperoleh dengan berbagai cara yang kemudian akan menjadi informasi setelah dikelola dan dianalisis oleh orang yang melakukan penelitian untuk menghasilkan ilmu pengetahuan.
Penelitian merupakan proses dan harus dilakukan dengan cara yang sistematis, sehingga disebut penelitian secara sistematis. McMillan dan Schumacher mendefinisikan penelitian sebagai sebuah proses sistematis melalui pengumpulan dan analisis informasi untuk beberapa tujuan. Penelitian tentu saja dilakukan dengan metode ilmiah yang dapat dimulai melalui identifikasi permasalahan dan interpretasi hasil dan kesimpulan. Berikut langkah-langkah penelitian dengan pendekatan yang sistematis :
- Identifikasi permasalahan
- Memeriksa/mengulas informasi
- Mengumpulkan data
- Analisis data
- Menggambarkan kesimpulan
Langkah-langkah tersebut harus dilakukan secara sistematis dan terurut, akan tetapi bukan berarti bahwa penelitian merupakan kumpulan proses yang kaku. Penelitian edukasional adalah sistematis dan dalam sebuah kerangka yang mengikuti langkah-langkah dari metode ilmiah.
Keabsahan Penelitian Edukasional
Sebuah penelitian harus sah terlepas dari bentuk penelitian yang dilakukan atau tujuan dari penelitian tersebut. Keabsahan sebuah penelitian dibedakan dalam dua konsep yaitu keabsahan internal (internal validity) dan keabsahan eksternal (external validity).
Keabsahan internal merupakan kesetaraan perlakuan yang dilakukan terhadap dua objek yang sedang diteliti, sehingga diharapkan kedua objek menghasilkan hasil yang sama ketika dilakukan pengujian yang setara terhadap kedua objek, sedangkan keabsahan eksternal adalah penambahan perlakuan (penelitian) terhadap hasil penelitian yang dapat disamaratakan dengan populasi atau kondisi yang ada. Dengan demikian dapat dikatakan bahwa keabsahan suatu penelitian dapat dilihat melalui interpretasi yang akurat mengenai hasil penelitian (keabsahan internal) dan hasil yang dapat disamaratakan (keabsahan eksternal)
Kendala Penelitian Edukasional
Keabsahan hasil sebuah penelitian sangat dipengaruhi oleh jalannya proses penelitian itu sendiri. Hal tersebut dapat dipercaya dengan melihat konsistensi dan tingkat studi yang digunakan.oleh karena itu, untuk mempercayai sebuah penelitian, kita harus melihat sisi internal dan eksternal dari penelitian itu. Internal validity mengacu pada jumlah data yang digunakan, analisis dan interpretasi konsisten untuk kondisi yang sama. Sedangkan untuk eksternal validity mengacu pada isu yang akan diteliti, apakah akan dilakukan reka ulang persis dengan isu atau tidak.
“reliability of research concerns the replicability and consistency of the methods, conditions, and results“
Suatu penelitian dapat dipercaya dengan melihat proses penelitian tersebut dilakukan (replicability) serta metode yang digunakan, kondisi dan hasil penelitan. Sehingga dapat disimpulkan bahwa keandalan (reliability) suatu penelitian akan berfokus pada replicability (proses penelitian dilakukan, seperti reka ulang), sedangkan untuk keabsahan (validity) penelitan akan terkait dengan keakuratan dari temuan yang ditemukan.
Paradigma Penelitian
Beberapa paradigma terkait dengan penelitan:
- Positivist
Menggunakan “scientific method” ketikan melakukan penelitan. Berdasarkan paradigma ini, peneliti bertugas untuk mencari tau mengapa suatu kejadian (insiden) bisa terjadi.
- Postpositivist
Para peneliti percaya bahwa teori, kondisi, dan nilai suatu objek akan sangat mempengaruhi hasil penelitian.
- Constructionist
Paradigma ini tidak melakukan penelitian atas teori yang ada, melainkan menciptakan sebuah teori dan kemudian dilakukan uji coba atas data yang ada.
- Transformative
Berfokus pada isu yang lebih spesifik yang terdiri dari beberapa grup.
Klasifikasi Penelitian Edukasional
Terdapat beberapa cara yang digunakan untuk mengelompokkan educational research.
Basic And Applied Research
Basic dan appied research dibedakan berdasarkan tujuan penelitian ini dilakukan. Basic research adalah suatu penelitian yang dilakukan untuk mengisi pengetahuan yang tidak kita miliki & mempelajari hal-hal yang tidak secara langsung berasa manfaatnya. Sedangkan untuk applied research adalah penelitian yang dilakukan untuk menjawab pertanyaan di dunia nyata dan untuk memecahkan masalah.
Salah satu tipe dari applied research adalah action research dimana peneliti akan mendeskripsikan, menginterpretasi dan menjelaskan suatu situasi sosial pada waktu yang bersamaan dengan melakukan perubahan atau intervensi dengan tujuan perbaikan atau partisipasi. Action research dalam pandangan tradisional adalah suatu kerangka penelitian pemecahan masalah, dimana terjadi kolaborasi antara peneliti dengan client dalam mencapai tujuan penelitian.
Penelitian Kualitatif dan Kuantitatif
Terdapat 2 metode penelitian, yaitu kualitatif dan kuantitatif. Kedua metode tersebut sebenarnya memiliki tujuan yang sama, yakni sama-sama digunakan untuk mengumpulkan data. Selain dengan metode tersebut, peneliti juga bisa mempertanggung jawabkan datanya karena langsung melakukan penelitian dan observasi.
Metode penelitian kualitatif merupakan sebuah cara yang lebih menekankan pada aspek pemahaman secara mendalam terhadap suatu permasalahan. Penelitian kualitatif ialah penelitian riset yang bersifat deskriptif dan cenderung menggunakan analisis serta lebih menonjolkan proses dan makna. Tujuan dari metodologi ini ialah pemahaman secara lebih mendalam terhadap suatu permasalahan yang dikaji. Dan data yang dikumpulkan lebih banyak kata ataupun gambar-gambar daripada angka.
Metode penelitian kuantitatif merupakan salah satu jenis penelitian yang spesifikasinya adalah sistematis, terencana, dan terstruktur dengan jelas sejak awal hingga pembuatan desain penelitiannya. Definisi lain menyebutkan penelitian kuantitatif adalah penelitian yang banyak menuntut penggunaan angka, mulai dari pengumpulan data, penafsiran terhadap data tersebut, serta penampilan dari hasilnya. Demikian pula pada tahap kesimpulan penelitian akan lebih baik bila disertai dengan gambar, tabel, grafik, atau tampilan lainnya.
Karakteristik Metode Penelitian Kualitatif
- Menggunakan lingkungan alamiah sebagai sumber data
Sumber data yang digunakan dalam penelitian kualitatif berupa lingkungan alamiah. Kajian utama dalam penelitian kualitatif yaitu peristiwa-peristiwa yang terjadi dalam kondisi dan situasi sosial. Penelitian dilakukan ketika berinteraksi langsung di tempat kejadian. Peneliti melakukan pengamatan, mencatat, mencari tahu, menggali sumber yang berkaitan dengan peristiwa yang terjadi pada saat itu. Hasil yang diperoleh segera disusun saat itu juga. Apa yang telah diamati pada dasarnya tidak lepas dari konteks lingkungan dimana tingkahlaku itu berlangsung.
- Memiliki sifat deskriptif analitik
Data yang diperoleh dari hasil pengamatan, wawancara, dokumentasi, analisis, catatan lapangan, disusun peneliti di lokasi penelitian, bukan dalam bentuk angka-angka. Peneliti melakukan analisis data dengan memperbanyak informasi, mencari hubungannya, membandingkan, dan menemukan hasil atas dasar data sebenarnya (bukan dalam bentuk angka). Hasil analisis data berupa pemaparan yang berkenaan dengan situasi yang diteliti dan disajikan dalam bentuk uraian narasi. Pemaparan data tersebut umumnya adalah menjawab dari pertanyaan dalam rumusan masalah yang ditetapkan.
- Tekanan pada proses bukan hasil
Data dan informasi yang dibutuhkan dalam penelitian kualitatif berkaitan dengan pertanyaan untuk mengungkapkan proses dan bukan hasil dari suatu kegiatan. Pertanyaan menuntut gambaran keadaan sebenarnya tentang kegiatan, tahap-tahap, prosedur, alasan-alasan dan interaksi yang terjadi dimana dan pada saat dimana proses itu berlangsung.
- Bersifat induktif
Penelitian kualitatif diawali mulai dari lapangan yaitu fakta empiris. Peneliti terjun langsung ke lapangan, mempelajari suatu proses penemuan yang terjadi secara alami dengan mencatat, menganalisis dan melaporkan serta menarik kesimpulan dari proses berlangsungnya penelitian tersebut. Hasil temuan penelitian dari lapangan dalam bentuk konsep, prinsip, teori dikembangkan bukan dari teori yang telah ada. Penelitian kualitatif menggunakan proses induktif artinya dari data yang terpisah-pisah namun saling berkaitan erat.
- Mengutamakan makna
Makna yang diungkapkan berkisar pada persepsi orang mengenai suatu peristiwa yang akan diteliti tersebut. Contoh: penelitian yang dilakukan tentang peran kepala sekolah dalam pembinaan guru. Peneliti memfokuskan perhatian pada pendapat kepala sekolah tentang guru yang dibinanya, mencari informasi dan pandangan kepala sekolah tentang keberhasilan dan kegagalannya membina guru, apa saja yang dialami dalam membina guru, mengapa gurunya gagal dibina, dan kenapa hal itu terjadi. Selain mencari informasi kepada kepala sekolah, peneliti mencari informasi dari guru sebagai bahan perbandingan supaya dapat diperoleh pandangan mengenai mutu pembinaan yang dilakukan kepala sekolah. Ketepatan informasi dari partisipan diungkap oleh peneliti agar dapat menginterpretasikan hasil penelitian secara tepat dan sahih.
Karakteristik Metode Penelitian Kuantitatif
- Instrumen Pengumpulan Data
Pada penelitian ini instrumen data berupa tes tertulis, kuesioner,dan kolom-kolom pengamatan yag dibantu dengan alat tulis. Peneliti dapat menugaskan sejumlah enumerator (petugas pengumpul data). Karena data yang akan dikumpulkan serta isntrumen yang digunakan sudah baku. Insturmen penelitiannya telah disiapkan sebelumnya, sehingga tidak mungkin untuk melakukan perubahan.
- Data Dapat Diobservasi Dan Diukur
Dalam penelitian kuantitatif, analisis datanya menggunakan proses matematik yang disebut prosedur statistik, seperti menyediakan informasi untuk menjawab pertanyaan atau hipotesis penelitian.
- Rancangan Penelitian atau Desain
Dipakai untuk menuju pada rencana penelitian tentang bagaimana ia akan melaksanakan penelitian. Dalam hal ini termasuk di dalamnya langkah-langkah/prosedur, yang terdiri dari pengumpulan data dan menganalisis dan melaporkan hasil penelitian.
- Jumlah Subjek Banyak
Semakin banyak subjek (anggota sampel) yang diteliti semakin kuat keabsahan jeneralisasi
Metode Penelitian Umum
Lima metode penelitian yang sering digunakan antara lain Experimental Research, Quasi-Experimental Research, Nonexperimental Quantitative Research, Historical Research dan Ethnographic Research.
Experimental Research
penelitian eksperimen adalah penelitian yang bertujuan untuk mengidentifikasi hubungan sebab akibat dari satu atau lebih variabel terikat dengan melakukan manipulasi variabel bebas pada suatu keadaan yang terkendali (variabel kontrol).
Quasi-Experimental Research
Eksperimen kuasi adalah eksperimen yang memiliki perlakuan (treatments), pengukuran-pengukuran dampak (outcome measures), dan unit-unit eksperiment (experimental units) namun tidak menggunakan penempatan secara acak. Pada penelitian lapangan biasanya menggunakan rancangan eksperiment semu (kuasi eksperimen). Desain tidak mempunyai pembatasan yang ketat terhadap randomisasi, dan pada saat yang sama dapat mengontrol ancaman-ancaman validitas. Di sebut eksperimen semu karena eksperimen ini belum atau tidak memiliki cir-ciri rancangan eksperimen yang sebenarnya, karena variabel-variabel yang seharusnya dikontrol atau di manipulasi.Oleh sebab itu validitas penelitian menjadi kurang cukup untuk disebut sebagai eksperimen yang sebenarnya.
Nonexperimental Quantitative Research
Penelitian kuantitatif dilaksanakan dengan menerapkan control yang ketat atas dasar teoritis, kerangka berpikir, instrument, teknik analisis, penarikan kesimpulan, penyusunan rekomendasi, dan lain-lain. Pada penelitian kuantitif non-ekperimen cenderung rendah dalam validitas internal (kemampuan mejelaskan hubungan sebab akibat) tetapi lebih tinggi pada validitas eksternal (kemampuan untuk menggeneralisasikan hasil penelitian).
Historical Research
Penelitian histories adalah penelitian yang mengaplikasikan metode pemecahan ilmiah dari perspektif histories suatu masalah. Dapat diartikan juga sebagai proes pengumpulan dan penafsiran data (berupa benda, peristiwa, atau tulisan) yang timbul di masa lampau, untuk menemukan generalisasi yang berguna untuk memahami kenyataan-kenyataan sejarah masa ampau, situasi sekarang, dan meramalkan perkembangan situasi yang akan datang. Penelitian ini bertujuan untuk membuat rekonstruksi masa lampau secara sistematis dan objektif, dengan cara mengumpulkan, mengevaluasi, memverifikasi, dan mensintesiskan bukti-bukti untuk menegakkan fakta dan memperoleh kesimpulan atau generalisasi yang kuat.
Penelitian ini mempunyai ciri-ciri tertentu, diantaranya sebagai berikut:
- Data yang dikumpulkan tidak hanya primer (hasil observasi atau wawancara peneliti sendiri) tetapi juga sekunder (hasil observasi orang lain).
- Untuk menentukan bobot data, dilakukan dua macam kritik, yaitu eksternal, meneliti keaslian atau authenticity data dan internal, meneliti keakuratan atau kebenaran data. Kritik internal ini menguji motif, kejujuran dan keterbatasan si penulis yang mungkin melebih-lebihkan, mengurangi, atau memalsukan data.
Ethnographic Research
Etnografi merupakan studi yang sangat mendalam tentang perilaku yang terjadi secara alami di sebuah budaya atau sebuah kelompok sosial tertentu untuk memahami sebuah budaya tertentu dari sisi pandang pelakunya. Para ahli menyebutnya sebagai penelitian lapangan, karena memang dilaksanakan di lapangan dalam latar alami. Peneliti mengamati perilaku seseorang atau kelompok sebagaimana apa adanya. Data diperoleh dari observasi sangat mendalam sehingga memerlukan waktu berlama-lama di lapangan, wawancara dengan anggota kelompok budaya secara mendalam, mempelajari dokumen atau artifak secara jeli.
Panduan Mengenai Teori
Teori ialah sebuah generalisasi atau beberapa rangkaian generalisasi dimana kita mencoba untuk menjelaskan sebuah fenomena dengan cara yang sistematis. Teori menyediakan sebuah rangkaian kerja untuk membuat penelitian dan bisa digunakan untuk menyelaraskan serta menjelaskan maksud dari hasil penelitian melalui generalisasi.
Aktivitas Mengenai Proses Penelitian
Proses sistematis dari sebuah penelitian mengacu pada aktivitas general yang melibatkan studi penelitian. dalam merangkum aktivitas umum yang melibatkan studi penelitian, kita akan terlihat seperti menekankan sesuatu secara sekuensial dari sebuah proses penelitian.
Aktivitas sekuensial dari proses penelitian :
- Identifikasi dari problem
- menyimpulkan hasil identifikasi
- Teori yang dikembangkan
dan aktivitas ini terus memutar secara sekuensial hingga suatu teori penelitian itu berkembang. proses riset mungkin akan terlihat sebagai aktivitas yang runtun dimana segala kemunginan bisa mendahului dan berfkluktuasi pada sebuah aktivitas.
Identifikasi dan Problem
Tahap ini merupakan awal dari aktivitas proses peneltian. problem harus bisa diidentifikasi secara spesifik. variabel dari sebuah problem harus juga ditentukan dan diidentifikasi secara spesifik untuk bisa digunakan untuk bisa membuat persiapan pengumpulan sebuah data.
Data Collection
Sebelum data di kumpulkan, segala keperluan mengenai instrumen apa saja yang harus diidentifikasi atau mungkin dikembangkan, apakah itu secara deskriptif dan naratif, maka peneliti harus menyiapkan catatan akan kejadian nyatanya di lapangan. sebelum sebuah instrumen di kembangkan mereka harus di tes sebelum data secara utuh dapat digunakan untuk kajian yang diambil setelah itu data harus dikumpulkan, diolah dan disiapkan untuk analisis.
Analysis
Sebelum data di pelajari dan dibuat untuk analisis, catatan yang terjadi di lapangan di olah supaya dapat bisa disimpulkan dan di manipulasi agar bisa dapat dicari kesimpulannya sehingga menghasilkan informasi yang seperlunya untuk deskripsi dan hipotesis.
Pengambilan Kesimpulan
Setelah data dianalisis dan hasilnya dapat dibuat maka peneliti harus memutuskan informasi apa yang mereka bisa berikan. Hasil di ringkas dan di kaitkan menjadi satu lalu analisis dan kesimpulan akan diambil ketika mereka bisa berelasi terhadap masalah yang diteliti.
Meskipun kita tidak bisa memastikan pengambilan keputusan adapun sugesti yang dapat diikuti supaya bisa menyempurnakan nilai dari sebuah studi antara lain :
- Mengetahui area yang sedang diteliti
- Bisa memastikan sumber yang didapat dari riset yang dilakukan secara eksternal
- Fokus kepada maksud dari hasil ketimbang hasil secara utuh.
- Jika teori dilibatkan, berikan koresponden yang menghubungkan hasil dan teori.
- mencari konsistensi diantara hasil dan studi lainnya dan menjelaskan bagaimana konsistensi yang terjadi di lapangan.
- mencari inkonsistensi diantara hasil dan hasil dari segi studi yang sama sehingga bisa diidentifikasi penyebab inkonsistensinya.
- Membuat rantai penjelasan mengenai bukti kesimpulan yang diambil.
- Apabila memungkinkan, bisa menyarankan isu yang tidak bisa di selesaikan dan menyediakan langkah pasti kedepannya agar isu tersebut tidak terulang atau bisa diselesaikan.
- Mempersilahkan hasil untuk dapat ditinggalkan dan di review kemudian hari agar dapat bisa ditentukan apakah problem tersebut bisa dijelaskan seperti ketika isu tersebut ditemukan.
Chapter 2 Identification of a Research Problem
Identifikasi sebuah permasalahan untuk diteliti merupakan salah satu langkah yang sulit pada proses penelitian dikarenakan pada langkah ini akan mempengaruhi proses penelitian selanjutnya. Sebagai contoh sebuah eksperimen pasti memiliki permasalahan yang ingin dibahas dan bersamaan dengan penentuan hipotesis.
Proses identifikasi permasalahan untuk diteliti lebih dari penyediaan pertanyaan dan pernyataan pada area permasalahan itu sendiri. proses identifikasi permasalahan penelitian dimulai dari pemilihan topik penelitian, selanjutnya pernyataan atau hal-hal spesifik yang akan dibahas terkait permasalahn yang diperoleh dari topik. Jika hipotesis telah diidentifikasi makan kita dapat menentukan variabel, kondisi dan definisi yang terkait. Keseluruhan akan berkaitan dengan pengetahuan/ilmu-ilmu serta teori-teori yang sudah ada sebelumnya.
Selection of Research Problem
Terdapat berbagai cara dalam memilih permasalahan penelitian, tidak semua berasal dari kesadaran penuh atau motivasi dari peneliti sendiri. Contohnya penelitian yang dilakukan dibangku perkuliahan, mahasiswa memperoleh topik penelitian dari dosen pembimbing ataupun dari para senior alumni untuk memperoleh masukan ataupun meneruskan topik yang sebelumnya sudah dibahas.
Selain dari berbagai cara untuk pemilihan topik penelitian, peneliti harus memiliki beberapa hal yang dapat memfasilitasi proses permasalahan penelitian yaitu:
Interesting, peneliti tertarik dan mengenali serta memiliki dasar pendidikan/ilmu terkait segment topik yang akan diteliti
Significant, penelitian yang dilakukan memiliki kontribusi terhadap proses pendidikan, baik dari sudut pandang berbeda atau penggunaan teori lainnya
Researchable, tidak keseluruhan permasalahan yang terjadi dapat dijadikan topik penelitian, terdapat permasalahan yang hanya dapat menjadi topik diskusi. Untuk topik penelitian, permasalahan dapat diperoleh kejelasannya melalui tindakan pengumpulan data dan analisis.
Feasible, permasalahan memungkinkan untuk diteliti. Hal yang perlu dipertimbangkan adalah ketersediaan data, waktu penelitian, biaya penelitian serta kemampuan peneliti itu sendiri.
Statement of the Research Problem
Sebuah pernyataan atau pertanyaan dalam sebuah penelitian sebaiknya langsung mengarah kepada topik permasalahan penelitian, tidak secara umum yang dapat mengakibatkan ambigu dan topik bahasan menjadi melebar.
Sebuah permasalahan penelitian dideklarasikan ke dalam bentuk pertanyaan dan yang paling penting fokus dan mengarah ke penelitian.
Berikut contoh pernyataan original kemudian diolah kembali untuk lebih fokus dan mengarah kepada penelitian serta menghasilkan bentuk pertanyaan yang sesuai
Original : Achievement and teaching techniques.
Restatement : A study of the effects of three teaching techniques on science achievement of junior high school students.
Question Form : Do three different teaching techniques have differing effects on science achievement scores of junior high school students?
Constant, Variables, and Operational Definition
Statement yang dibahas sebelumnya hanyalah langkah umum yang dilakukan untuk proses penelitian, tidak termasuk ke informasi yang lebih spesifik. Terdapat beberapa terminologi dasar tentang cara kita untuk mengkomunikasikan informasi yang spesifik pada sebuah permasalahan penelitian dan penelitian pada umumnya.
Terdapat dua hal yaitu konstanta dan variabel. Konstanta adalah karakteristik/kondisi yang tetap untuk setiap kejadian dan variabel karakteristik/kondisi yang berbeda atau berubah-ubah untuk setiap kejadian.
Contoh : A study of the effects of three teaching techniques on science achievement of junior high school students.
Konstanta : Junior High School
Variabel : Science Achievement
Selain variable secara umum seperti contoh, terdapat beberapa tipe variable, yaitu :
1. Dependent Variabel
Variabel yang merupakan hasil dari penelitian yang dilakukan. Dependent variables memiliki value yang berbeda untuk setiap individu dan dipengaruhi oleh Independent Varibel.
2. Independent Variabel
Variable yang memiliki hubungan sebab akibat dengan dependent variable.
Contoh : A study of the effects of three teaching techniques on science achievement of junior high school students.
Independent Variabel : three teaching techniques
Dependent Variabel : science achievement
Terdapat juga beberapa tipe variable lainnya seperti :
- Control Variabel
Variabel independen yang bukan dari kepentingan utama yang efeknya ditentukan oleh peneliti, Dimasukkan dalam rancangan penelitian untuk membantu menjelaskan variasi hasil penelitian.
- Moderator Variabel
Variabel yang memperkuat atau memperlemah hubungan antara satu variabel dengan variabel lain. Variabel moderator dapat menyebabkan kekuatan peranan/hubungan antara X dan Y menjadi berbeda.
Contohnya : Jumlah kuantatitas barang yang dimasukkan ke dalam perut (X) akan berbeda dalam menghasilkan Tingkat Kekenyangan (Y) ketika Jenis Barang yang dimasukkan ke dalam perut berbeda (Z). Dengan kata lain jenis barang yang dimasukkan ke dalam perut merupakan variabel moderator
Operational definition
Operational definition adalah stipulatif dalam hal itu menentukan operasi karakteristik yang diperlukan untuk mengidentifikasi variabel atau kondisi yang didefinisikan.
Berikut ini contoh dari operational definitions:
1. Ability to learn: score on the LM Form of the Stanford-Binet Intelligence Scale.
2. Science achievement: score on the science subtext on the Iowa Test of Basic Skills.
3. Divergent thinking: score on the Brick Uses Test.
4. Concept attainment performance: time required to solve correctly five concept attainment problems.
Hipotesis
Hipotesis adalah dugaan atau menebak solusi untuk masalah atau status situasi. Dalam pengertian umum, hipotesis mengambil beberapa karakteristik teori, yang biasanya dianggap satu set yang lebih besar dari generalisasi tentang fenomena tertentu
Tidak ada komentar:
Posting Komentar