1.
Pendahuluan
Berbicara mengenai penelitian umumnya
dilakukan secara non-verbal seperti melalui proposal dan laporan penelitian,
meskipun tetap ada yang dilakukan secara verbal, yaitu melalui presentasi di
acara-acara konferensi. Komunikasi yang dianggap formal berfokus pada dua hal
yaitu pada awal melakukan penelitian (proposal) dan akhir penelitian (laporan).
Terlebih jika penelitian yang dilakukan berkaitan dengan pendidikan.
Pada bab ini dijelaskan bahwa ada dua tipe
dokumen tertulis, yaitu proposal penelitian—berisi tulisan tentang penelitian
yang diharapkan—dan laporan penelitian, yang menggambarkan penelitian yang
sudah selesai. Walaupun tujuannya berbeda, namun keduanya secara umum memiliki
banyak kesamaan. Panjang dari isi keduanya sama-sama beragam tergantung pada
tujuan penelitian, pihak yang menjadi tujuan penelitian, dan jika dibayar maka
harus sesuai dengan permintaan dari si pemberi dana. Keduanya tetap berbeda antara proposal dan
laporan yang dipersiapkan untuk penelitian yang kualitatif dan penelitian yang
kuantitatif.
Bentuk lain dari komunikasi secara verbal
adalah presentasi pada saat sidang akademik untuk para mahasiswa, khususnya
mahasiswa yang menjalani program doktor. Meskipun kebanyakan adalah menceritakan
penelitiannya (bukan mendiskusikan disertasinya). Panduan-panduan untuk jenis
komunikasi ini sudah diberikan.
2.
Major
sections of the research proposal
Proposal penelitian berisi tulisan mengenai
proyek yang diajukan, bukan mengenai penelitian proyek yang sudah selesai.
Dalam penulisan proposal hal yang dibahas meliputi, “penelitian apa yang
dibahas”, “mengapa penelitian tersebut dibahas”, dan “bagaimana akan
melakukannya”.
Pada proposal penelitian, judul/subjudul
bisa saja berbeda antara institusi yang satu dengan institusi yang lain. Akan
tetapi, format yang bersifat umum, yang dapat digunakan sebagai acuan penulisan
proposal penelitian dengan tahapan-tahapan yang baik (mulai dari bagian
penentuan permasalahan hingga bagian penutup), sudah tersedia. (Bagian penutup
proposal untuk penelitian yang dibiayai oleh pihak tertentu, biasanya berisi
anggaran dan resume si peneliti.)
Panjang dari proposal penelitian
berbeda-beda, tergantung pada besar/penting-nya penelitian yang diusulkan dan
kompleksitas dari prosedur yang diharapkan. Akan tetapi, format umum dan
pembagian proposal konsisten. Contohnya, terkadang bagian “Pendahuluan”
digunakan untuk subbagian seperti “Identifikasi permasalahan” dan “Penjelasan
Istiilah”. Manfaat dari penelitian bisa saja didiskusikan lebih awal dalam
proposal. Pada beberapa instansi, diskusi mengenai kebutuhan terhadap
penelitian dituliskan di awal proposal. Bagian-bagian utama dalam proposal
penelitian berada diantara garis putus-putus (berdasarkan bagan). Biasanya,
informasi pendahuluan dicantumkan pada bagian awal halaman proposal penelitian
yang terdiri dari judul penelitian yang diusulkan, nama-nama investigator, dan
institusi atau pihak yang menjadi tempat penyelenggaraan penelitian. Ringasan
mengenai proposal penelitian juga bisa jadi dicantumkan.
Penulisan seharusnya ditulis secara
ringkas, dengan kesinambungan antara setiap bagian. Deskripsi mengenai “apa
yang harus dilakukan” seharusnya dituliskan dengan luas tapi jangan sampai
bertele-tele, karena beberapa proposal memiliki batasan jumlah halaman.
2.1
Identification of the Problem
Penentuan permasalahan penelitian dan
hipotesis telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Dalam proposal penelitian,
permasalahan perlu dijelaskan untuk memudahkan pembaca memahami isi proposal
tersebut. Terkadang, permasalahan didefinisikan dengan tidak jelas sehingga reviewer sulit untuk memahami
permasalahan tersebut, karena perluasan masalah berbeda dengan kebutuhan yang
dimaksudkan. Penelitian kualitatif cenderung memiliki pernyataan mengenai
permasalahan yang agak lebih umum dibandingkan dengan penelitian kuantitatif.
Percobaan dan peninjauan yang bersifat jelas, hipotesis yang jelas, sedangkan
penelitian etnografi akan cenderung memiliki permasalahan yang mengambang.
Pernyataan mengenai permasalahan akan
terlihat di bagian awal proposal penelitian, melalui beberapa kalimat pengantar
yang biasanya merupakan referensi dari literatur terkait, untuk menyediakan
landasan dalam menyatakan permasalahan penelitian. Dengan demikian permasalahan
akan teridentifikasi dengan jelas. Beberapa contoh kalimat pengantar yang biasa
digunakan adalah “Permasalahan dari penelitian ini adalah”, “pertanyaan yang
diberikan adalah”, “tujuan penelitian ini adalah”, “secara spesifik,
permasalahan penelitian ini adalah”.
Hipotesis terkait dan/atau pertanyaan
seputar penelitian dan pengertian yang ada dalam proposal biasanya sangat dekat
kaitannya. Adakalanya hipotesis tersebut muncul di akhir proposal jika
pengukuran dan penjelasan data meningkatkan pemahaman mengenai hipotesis. Akan
tetapi, jika tidak ada data yang tidak biasa yang perlu dihasilkan dan prosedur
analisis yang tidak biasa yang perlu digunakan maka tidak ada gunanya
memisahkan pernyataan mengenai permasalahan dan hipotesis.
Karena proposal dan laporan penelitian
membutuhkan identifikasi terhadap permasalahan, contoh dapat dipilih dari
literatur penelitian. Dalam sebuah studi yang membandingkan pengaruh antara
“membaca tanpa suara” dengan “membaca dengan suara” ditunjukkan bahwa tingkat
pemahaman “membaca dengan suara” lebih tinggi daripada “membaca tanpa suara”.
Pernyataan permasalahan dalam penelitian
kualitatif bersifat open-ended, yang
membantu menemukan perbedaan tipe pengaruh yang tidak ditetapkan lebih lanjut.
Pernyataan permasalahan dalam penelituan kuantitatif adalah sebaliknya, yaitu
menemukan tingkat pemahaman yang meningkat dalam membaca, sebuah hasil yang
didefinisikan dengan tepat.
Istilah-istilah yang digunakan dalam
menggambarkan permasalahan penelitian perlu untuk didefinisikan untuk
menghindari pemahaman yang ambigu. Akan tetapi identifikasi masalah seharusnya
tidak menjadi bercampur aduk dengan batasan operasional. Ketentuan mengenai
variabel-variabel yang akan dihasilkan dapat dijelaskan pada bagian metodologi
yang menggambarkan pengukuran daripada pada bagian pernyataan mengenai
permasalahan, khususnya jika batasan operasional agak rumit.
2.2
Review of the Literature
Latar belakang dan bagian masalah
penelitian diperoleh dari tinjauan pustaka. Dengan tersedianya banyak literatur
yang bisa dijadikan referensi maka perlu selektif dalam menentukan literatur
yang sesuai dalam pembuatan proposal penelitian.
Melalui peninjauan dan percobaan hasil yang
diperoleh dari pembejalaran dan hasil lainnya yang dapat disatukan dalam
tinjauan. Untuk penelitian kualitatif, peninjauan akan cenderung berfokus pada
konsep yang lebih umum/luas. Peninjauan ini merupakan bagian dari persiapan
tinjauan yang merupakan hasil identifikasi antara konsep dan ruang lingkup yang
dipilih peneliti. Fenomena bisa saja belum pernah dipelajari dengan pendekatan
kualitatif, dan contoh dapat dibuat dengan catatan harus sesuai dan bermanfaat.
Jika pendekatan sudah pernah digunakan, perlu dilakukan identifikasi celah dan
kekurangan dari pembelajaran sebelumnya.
Pengertian penelitian yang diusulkan bisa
dituliskan pada bagian tinjauan pustaka. Hal ini didukung oleh kebutuhan akan
penelitian yang seharusnya didiskusikan pada bagian ini, dan kebutuhan
berkaitan dengan pengertian. Akan tetapi jika sebagian pengertian adalah bagian
yang sangat penting maka bisa dibuatkan bagian khusus untuk membahasnya. Jika bagian
tersebut dituliskan sebelum akhir dari proposal, maka sebaiknya dituliskan juga
informasi mengenai hal itu agar tidak membingungkan pembaca.
Seorang peneliti harus mampu mengemas semua
informasi yang ada menjadi kalimat yang mudah dimengerti, membuat kesinambungan
antar bagian proposal sehingga menunjukkan latar belakang masalah dengan jelas.
Jika tidak demikian, maka pembaca akan cenderung menganggap buruk kualitas si
penulis.
2.3
Methods or Procedures
Bagian
proposal penelitian ini sangat tergantung pada pengajuan penelitian. Hal
tersebut tidak hanya fokus pada isinya, melainkan juga pada penempatannya.
Menggunakan metode atau prosedur sangat cocok untuk menempatkan tingkat
subheading yang tepat. Subheading seperti "Design", "Site Selection",
"Sample" dan "Data Analysis" tidak hanya memudahkan penulis
mengidentifikasi dan menjelaskan beberapa aktifitas tetapi juga dapat membantu
pembaca proposal untuk mengerti aktifitas penelitian yang ada.
Pada
proposal penelitian etnografi, bagian ini memiliki masalah berikut :
1.
Pemilihan subjek dan beberapa
sempel, secara sengaja atau acak, itu akan mempengaruhi hasil
2.
Peran peneliti
3.
prosedur pengambilan data:
observasi, wawancara atau menggunakan questionaires.
4.
Penyajian data dan analisis
data induktif
5.
Keterbatasan desain
Ketika
mendeskripsikan pemilihan subjek, hasil pilihannya harus sesuai dengan yang
sudah dirancang untuk penelitian. Hal tersebut akan membantu memperlihatkan
kepada pembaca antara perkiraan masalah dan karakteristik subjek.
Peran
peneliti adalah mendeskripsikan kumpulan data prosedur yang mungkin dipakai.
Untuk mengantisipasi jumlah kumpulan data besar yang akan disampaikan, maka
penyampaiannya harus sering dilakukan.
Penelitian
etnografi melibatkan pencatatan dilapangan mengenai data lain, maka dari itu
peneliti harus bisa mendeskripsikan bagaimana informasi di analisa, jika hanya
umum, maka deskripsikan dengan analisa induktif.
Tanpa
memperhatikan jenis penelitian, batasan desain harus bisa dijelaskan. Jika
batas tidak spesifik, pembaca proposal tersebut mungkin saja menyimpulkan bahwa
seorang peneliti mengharapkan hasil dari pembelajaran itu bukan hal yang tidak
mungkin.
Penelitian
etnografi dan historical sangat cocok untuk identifikasi penelitian dengan case
study yang membuat pembaca dapat menilai dari segi karakteristik seseorang.
Terlebih untuk penelitian kuantitatif, desainnya dapat di deskripsikan oleh
nama yang spesifik.
Untuk
melakukan eksperimen dan survey sesuatu yang dapat dipakai seperti aktifitas
projek, perlengkapan yang dibutuhkan, dan sebagainya yang harus diuraikan dalam
bagian metode atau prosedur ini untuk desain umum suatu penelitian.
Jika
terdapat potensi kelemahan pada desain atau adanya kesulitan dalam penelitian,
peneliti harus menjelaskan apa yang akan dilakukan untuk mengimbangi atau
menghilangkan hal tersebut. Seorang peneliti harus mendiskusikan efek dari
masalah tersebut, dan hasil diskusi harus bisa menentukan apakah hal tersebut
harus dikendalikan ataukah dihapuskan.
Untuk
pengambilan sampel yang digunakan sebagai contoh harus yang spesik. Sampling
plan dilihat dari segi internal dan eksternal validitas projek penelitian.
Ketika sampel digunakan, seorang peneliti selalu mencoba mengambil kesimpulan
dari suatu lingkup yang lebih besar, maka dengan melakukan hal tersebut seorang
peneliti dapat memilih sampel yang dapat merepresentasikan lingkup penelitian
yang ada.
Jenis
pertanyaan yang ada harus dapat dijawab dengan teliti dan benar oleh seorang
peneliti. Tidak hanya harus teliti dalam menjawab, penyampaian jawaban tersebut
juga harus dapat dimengerti oleh pembaca.
Pembahasan prosedur biasanya mengikuti
urutan kronologis bagaimana penelitian tersebut akan diselesaikan. Hal tersebut
akan memudahkan pembaca untuk mengetahui kelanjutan dari setiap prosedur. Jika
maksud dari penelitian sudah cukup konseptual dalam proposal penulis,
seharusnya mereka bisa untuk menjelaskan apa yang penulis maksudkan. Yang
paling penting adalah hasil tersebut sudah sesuai dan lengkap pada
deskripsinya.
2.4
Significance of the Proposed Research
Terlepas dari
jenis penelitian yang dilakukan, sebuah studi harus memberikan kontribusi untuk
memperluas pengetahuan yang ada, maka penelitian yang dilakukan harus mampu
menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul. Adapun kontribusi lain dari
penelitian tersebut adalah saran atau identifikasi pertanyaan untuk penelitian
masa depan.
Pentingnya
penelitian yang diajukan akan dibentuk atas dasar hasil yang diharapkan, baik
dalam bentuk hasil maupun proses. Sebuah
kasus akan menghasilkan outcome yang relevan
jika hasil dari suatu penelitian memiliki potensi manfaat atau dampak,
baik secara partikal atau secara teoritis. Karena terdapat hubungan, maka
kemungkinan hasil yang diharapkan akan tercapai.
Hasil antisipasi lainnya berhubungan dengan
signifikansi praktis dari penelitian. Apakah hasil dari penelitian tersebut
akan berarti bagi para? Akankah hasilnya dapat mempengaruhi program atau
metode? Jika penelitian tersebut akan menyusun tahapnya, tentukan alternatif
program sebagai tindakan untuk meningkatkan pengetahuan, hal ini dapat menjadi
kontribusi yang signifikan. Apa yang akan ditingkatkan atau diubah sebagai
hasil dari penelitian yang diusulkan? Bagaimana hasil penelitian dilaksanakan,
dan apa inovasi yang akan terjadi? Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut menunjukkan bahwa hasil yang diambil
kemungkinan dalam bentuk yang berbeda.
2.5
Other Sections of the Research Proposal
Setiap
bagian dari proposal penelitian menggambarkan sebagian besar isi dari proposal
tersebut, tetapi ada bagian lain yang menjelaskan proposal secara spesifik.
Tebtunya suatu lembaga pendanaan yang mendanai pembuatan proposal membutuhkan
informasi setiap bagiannya jelas dan memiliki budget yang jelas.
Cover Page. cover page merupakan sebuah pengantar informasi dari proposal.
Pada cover page ini terdapat nama
proyek penelitiannya, pemilik proposal atau yang melakukan penelitian, dan dari
institusinya.
Abstract. Abstrak adalah rangkuman dari isi tulisan dalam format yang sangat
singkat atau dengan kata lain penyajian atau gambaran ringkas yang benar, tepat
dan jelas mengenai isi suatu dokumen.
Budget. Ketika proposal sudah di kirimkan kepada lembaga pendanaan, maka
anggaran yang dibutuhkan harus ada. Ketika daftar budget yang dibutuhkan sudah disiapkan, maka seorang peneliti harus
menyampaikannya kepada lembaga pendanaan untuk biaya pelaksanaan penelitiannya.
Budget yang disiapkan meliputi
kebutuhan personal seorang peneliti, seperti
tunjangan, perbekalan, peralatan, telepon, fotokopi dan biaya lainnya.
Timeline. Jadwal aktifitas penelitian sangat dibutuhkan untuk membuat
estimasi berapa lama penelitian berlangsung. Jadwal yang dibuat tidak termasuk
pada keadaan yang tidak terduga, hanya jadwal realitas.
Staff Resume. Staff resume ini
menggambarkan pengalaman yang dilakukan peneliti selama berjalannya penelitian.
Appendices. Jika terdapat informasi tambahan yang relevan dengan penelitian
dapat ditambahkan pada bagian lampiran. Informasi ini diluar dari kerangka
pembuatan proposal.
3.
Major
sections of the research report
Dalam laporan penelitian,
penulis menjelaskan hasil penelitian yang selesai. Ada diskusi tentang apa
penelitian dilakukan, bagaimana hal itu dilakukan, dan hasil dan kesimpulan
penelitian. Arti penting dari penelitian ini juga ditujukan.
Pada bagian laporan
penelitian dimulai dengan identifikasi dari masalah dan dilanjutkan sampai
kesimpulan dan implikasi. Pada bagian ini memiliki perbedaan format untuk
laporan dengan tipe yang berbeda. Untuk disertasi atau laporan panjang, mereka
biasanya mengambil bentuk dari setiap bagian, dimana artikel jurnal dan paper umumnya berisi heading.
Pada kriteria yang
umum untuk menyiapkan proposal yang baik juga menerapkan untuk menulis laporan
penelitian yang baik. Komentar tambahan di bagian utama dari laporan penelitian
disediakan disini.
3.1
Introduction, Including the Statement of the
Problem
Disertasi biasanya mempunyai beberapa
halaman dimuat untuk merujuk ke sebuah pernyataan problem, yang menyediakan
perkenalan yang lengkap terhadap penelitan.
Jika hipotesis di anggap pantas, maka masalah akan di paparkan pada
bagian pengenalan ini.
Pernyataan masalah dijelaskan pada proposal
penulisan, dan contoh lainnya didapatkan dari literatur ini. Brand (2006) menjelaskan studi literature
berdasarkan teori Gardner mengenai kecerdasan yang beragam. Dia menjelaskan bahwa tujuan dari penelitan
beserta keempat hipotesis yang akan diuji, yaitu :
1.
Metode storytelling dan Chant
2.
Felt Board dan Draw Talk
3.
Pantonim dan Character imagery
4.
Puppetry
Hipotesis dari
studi itu ialah :
1.
Anak yang mempunyai kelompok
kecil yang meneriman pelatihan multiple
intelligence bersasarkan literaturnya, mempunyai skor yang lebih tinggi
berdasarkan penilaian Letter Naming
Fluency dibanding dengan grup yang tidak terurus.
2.
Anak yang mempunyai kelompok
kecil yang meneriman pelatihan multiple
intelligence bersasarkan literaturnya, mempunyai skor yang lebih tinggi
berdasarkan penilaian Phoneme
Segmentation Fluency dibanding dengan grup yang tidak terurus.
3.
Anak yang mempunyai kelompok
kecil yang meneriman pelatihan multiple
intelligence bersasarkan literaturnya, mempunyai skor yang lebih tinggi
berdasarkan penilaian Letter Naming
Fluency dibanding dengan grup yang tidak terurus.
4.
Anak yang mempunyai kelompok
kecil yang meneriman pelatihan multiple
intelligence bersasarkan literaturnya, mempunyai skor yang lebih tinggi
berdasarkan penilaian Word Use Fluency
dibanding dengan grup yang tidak terurus.
Meskipun kata dari hipotesis dianggap
redundan, sangat penting untuk mengatur hipotesis secara terpisah, karena
sangat memungkinkan data yang tertulis tidak mensupport hipotesis tersebut
serta akan sangat sulit untuk mengambil kesimpulan apabila semua hipotesis di
campur menjadi satu.
3.2
Review of the Literature
Pada jurnal artikel profesional, pembahasan
literatur sering tidak mempunyai judul yang terpisah, dan biasanya digabung
pada bagian latar belakang. Dari
indikasi sebelumnya, disertasi biasnya mempunyai bagian yang disediakan untuk
sebuah pembahasan literatur, yang meliputi tiga, lima atau lebih halaman yang
dipakai. Judul yang dipakai pun sangat
spesifik untuk dipelajari.
Ide datang dari berbagai penelitan yang
berkaitan dengan review, yang dijelaskan melalui judul. Bagian ini disebut sebagai sebuah transisi,
dan transisi difasilitasi supaya penulis bisa memfokuskan diri mereka ke bagian
problem yang ingin mereka penelitan.
Penulis harus menghindari banyaknya quotation atau meng-quote dari studi
lain, karena ide dari problem yang akan
di penelitan ialah berasal dari berbagai sumber yang bisa dikaitkan menjadi
sebuah kesimpulan yang dirangkai oleh kata kata penulis itu sendiri.
3.3
Methods or Procedures
Pada bagian ini menjelaskan bagaimana
penelitan dilakukan. Yang patut diikuti
ialah deskripsi harus mendetil sehingga pembaca bisa mengelaborasikan penelitan
mereka. Bagian metode biasanya memakai
sub judul, dan tiap bagian sub judul berisi mengenai pertimbangan mengenai
detail dari sebuah konten serta seringnya berupa penjelasan bagaimana metode
bisa dikerjakan.
Bagian metode memberikan deskripsi mengenai
instrumentasi, pengumpulan data, sampling, prosedur percobaan, material dan
analisis statistik ketika topik di canangkan.
Penelitan sebuah project biasanya berkembang dari sebuah desain dan seleksi
dari seluruh data analisis.
3.4
Results
Hasil merupakan sebuah produk dari analisis
data yang datang dari berbagai bentuk, bisa berupa ringkasan pernyataan yang
disintesiskan dengan dokumen lainnya, seperti dokumen penelitan yag dilakukan
terdahulu, atau catatan ketika di lapangan.
Hasil di atur berdasarkan temuan mayor yang dipertimbangkan bisa
dijadikan bahan diskusi pada tiap temuan.
Penggunaan tabel dan gambar. Tabel bisa
digunakan secara efektif untuk menyimpulkan sebuah hasil, terutama jika laporan
melibatkan material statistik dalam jumlah besar. Software statistik, spreadsheets, Aplikasi pengolah kata (Word) menyediakan pelaku
penelitan untuk membuat angka dengan jarak yang mudah maupun pengolahan angka
yang kompleks.
Gambar bisa sangat berguna digunakan untuk
mendeskripsikan langkah dari sebuah proses.
Pie chart, bar chart dan chart
lainnya disediakan juga pada setiap software.
Berikut merupakan aturan yang harus
dipatuhi ketika menampilkan tabel dan figur atau gambar :
1.
Judul harus jelas untuk apa
yang tabel dan figur jelaskan
2.
Sub judul harus sesuai dan
harus di masukkan dalam kolom dan baris.
3.
Penomoran dari beberapa tipe
informasi dari isi tabel harus dibatasi, sebagai contoh mean dan standar
deviasi boleh disatukan tetapi korelasi, koefisiensi tidak boleh dijadikan
dalam satu tabel.
4.
Spasi pada tabel atau figur
harus dipisahkan, tidak boleh disatukan.
5.
Jika memungkinkan, tabel dan
figur harus disatukan menjadi satu halaman saja. Tabel atau figur yang pas dalam satu halaman
tidak boleh dipisah menjadi dua halaman.
6.
Tabel dan figur harus mengikuti
referensinya semirip dengan yang aslinya.
7.
Format tabel dan figur harus
konsisten dalam report.
Kelebihan baris tidak boleh dimasukkan ke
dalam tabel. Baris horizontal mungkin
bisa dijadikan bagian dari judul, tetapi garis vertikal jarang diperlukan.
Informasi tidak boleh terlihat seperti “dikerangkeng”
Hal terpenting dalam
menulis hasil adalah menyampaikan dengan jelas dengan aturan penulisan yang
terkelola. Penyampaian hasil dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dapat berupa
narasi yang runtun menggambarkan keadaan yang terjadi. Jika terdapat beberapa
dependent variabel yang terdapat pada penelitian, maka hasil dapat
dikelompokkan berdasarkan dependent variabel. Mungkin saja isi dari hasil
adalah hipotesis yang spesifik atau jika dilakukan beberapa eksperimen maka
hasil dapat berisi langkah eksperimen yang dilakukan. Hasil berisi apa saja
yang masuk akan dan memfasilitasi pembaca untuk mengerti isi dari laporan.
3.5
Conclusions, Recommendations, and Implications
Bagian terakhir dari
laporan penelitian berisi kesimpulan, saran dan implikasi.
Pada bagian kesimpulan selalu dimulai dengan
pertanyaan seputar permasalahan yang akan diteliti dan mungkin beberapa
komentar atau saran terhadap metode yang digunakan. pada kesimpulan selau
diikuti hasil yang logis dan menghindari perulangan pada beberapa bagian hasil.
Banyaknya kesimpulan yang digambarkan pada laporan penelitian berbanding lurus
dengan kompleksitas hasil penelitian yang diperoleh. Hasil dari penelitan
merupakan analisis data yang dilakukan peneliti dan merupakan kesimpulan dari
penelitian yang dilakukan. terdapat beberapa poin yang seharusnya dilakukan
untuk mempersiapkan bagian kesimpulan pada laporan penelitan, yaitu :
1. Mengidentifikasi hasil yang penting dari yang
terpenting
2. Mengiterpretasikan hasil yang deiperoleh dengan
permasalahan yang diteliti
3. Mendiskusikan interpretasi logis lainnya dan
penjelasan kekurangan dari interpretasi tersebut dibandingkan interpretasi pada
poin 2.
5. Gabung hasil dari penelitian dengan hasil yang
diperoleh melalui studi literatur
6. Menjelaskan ketidakkonsistenan atau perbedaan
antara hasil yang diperoleh dari penelitian dengan hasil yang diperoleh dari
studi literatur
7. Mendiskusikan batasan dari penelitian yang
dilakukan seperti masalah yang dihadapi saat melakukan penelitian
8. Memberikan penjelasan untuk validasi dari luar
laporan, dan generalisasi dari kesimpulan serta batasan dari generalisasi yang
dilakukan.
Implikasi merupakan bagaimana kontribusi laporan penelitian dapat berguna bagi
pihak lainnya atau dengan kata lain bagaimana hasil dari penelitian dapat
diimplementasikan. Kesulitan yang dihadapi adalah adanya jenjang waktu antara
waktu penelitian yang telah dilakukan dengan waktu implementasi yang dilakukan.
Biasanya laporan
penelitian atau disertasi juga berisi saran untuk penelitian selanjutnya. Saran pada laporan pengujian yang
terdapat pada laporan dapat menjadi acuan para peneliti lainnya untuk
menentukan langkah penelitian yang dapat dilakukan ataupun pembanding dari
penelitian sebelumnya.
4.
other
sections of the research report
Pada bagian
pendahuluan terdapat judul, daftar isi dan juga abstrak serta untuk daftar
pustaka dan lampiran terdapat pada bagian kesimpulan. Terdapat bagian yang
disebut "backmatter", pada jurnal tidak akan terdapat daftar isi,
lampiran dan ketika diterbitkan tidak terdapat halaman khusus untuk judul.
4.1
Abstract
Abstrak pada laporan
penelitian mirip dengan proposal penelitian, namun bedanya pada abstrak
terdapat pembahasan ringkas kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian yang
telah dilakukan. Panjang dari abstrak dapat berbeda-beda tergantung dari
laporan, namun tetap diusahakan ringkas dan singkat.
Pada abstrak
diidentifikasi partisipan, prosedur/metode penelitian, analisis dan hasil yang
diperoleh. Hasil yang dituliskan pada abstrak disajikan dengan implikasi yang
jelas kepada pembaca diawal laporan penulisan.
4.2
Bibliography and Reference List
Pada akhir laporan
penelitan, terdapat bagian kesimpulan dan diikuti oleh daftar referensi yang
digunakan atau biasanya disebut sebagai daftar pustaka. Perbedaan antara daftar
referensi dan daftar pustaka adalah pada jurnal penelitian yang dicantumkan
adalah daftar referensi sedangkan pada disertasi dicantumkan daftar pustaka.
Aturan penulisan daftar pustaka yang berasal dari buku, majalah dan sumber digital
terdapat pada The Publication Manual of
the American Psychological(2001) dan diakui secara luas terutama pada
penulisan jurnal profesional. Berikut beberapa aturan sesuai dengan sumbernya :
- Buku
1. Membalikkan keseluruhan nama penulis;
penambahan nama belakang dan inisial
2. Tambahkan tanggal terbit di dalam kurung '()'
diikuti dengan periode
3. Kapitalisasi hanya pada huruf awal pada judul
dan ubah ke dalam bentuk huruf miring(italic)
5. Tambahkan edisi di dalam kurung '()' jika buku
bukan edisi yang pertama dan diikuti oleh periode
6. Tambahkan alamat penerbit diikuti oleh titik
dua ':' dan nama penebit
7. Akhiri dengan penulisan periode
Contoh
: Kowalski, T.J.(2008).Case studies on
educational administration(5th ed.).Boston:Allyn & Bacon.
- Artikel
1. Membalikkan keseluruhan nama penulis;
penambahan nama belakang dan inisial
2. Tambahkan tanggal terbit di dalam kurung '()'
diikuti dengan periode
3. Kapitalisasi hanya pada huruf awal pada judul
dan ubah ke dalam bentuk huruf miring(italic)
4. Ubah penulisan volume artikel ke bentuk huruf
miring(italic) diikuti dengan tanda koma ','
5. Tambahkan halaman
6. Akhiri dengan penulisan periode
Contoh
: Hopkins, M. H. (2007). Adapting a model for literacy learning to the
listening of mathematics. Reading and
Writing Quarterly, 23, 121-138
- Sumber digital
1. Menggunakan aturan pada buku dan artikel untuk
nama dan judul
2. Menambahkan waktu akses dokumen terbaru
3. Menambahkan URL lengkap
Contoh
: Harvard Family Research Project. (2007). Out-of-school time program research
and evaluation bibliography. Retrieved April 12, 2007. from www.gse.harvard.edu/hfrp/projects/afterschool/bibliography/tutoring.html
4.3
Appendix
Sebuah lampiran ditambahkan pada laporan penelitian
jika diperlukan dan bukan sebuah keharusan. Lampiran digunakan untuk konten
yang tidak cukup dituliskan pada bagian utama laporan penelitian, seperti
daftar pertanyaan, data yang belum diolah ataupun data yang berelasi.
5.
putting a
report together
Disetujuinya
mempresentasikan isi dari laporan adalah sesuai dengan format yang ditentukan.
Beberapa institusi dan asosiasi memiliki permintaaan yang berbeda-beda tentang
format laporan seperti margin size, table format, dan presentasi grafik dalan
tabel. Beberapa institusi dapat menerima laporan yang diajukan jika sudah
memenuhi format.
Isinya dapat berupa
manual, panduan, atau buku pegangan yang termasuk dengan detail tentang format
dan style. Aus termasuk bagaimana mengelola variasi referensi dan bagian.
Berikut ini contoh dari beberapa publikasi :
American Psycological
Association. (2001). Publication manual of the American Psycological
Association (5th ed.). Washington, DC: American Psycological Association.
Slade, C., and Perrin,
R. (2008). Form and style: Research papers, - (13th ed.). Boston: Houghton
Mifflin.
Williams, J. M.
(2003). Style: Toward clarity and grace (7th ed.). New York: Lan ma
6.
guidelines
of presenting papers at meetings
Langkah pertama dalam
mendapatkan persetujuan presentasi untuk professional meeting adalah merespon
call for papers dari persatuan yang mendukung pertemuan. Dengan asumsi komite
peninjau usulan asosiasi menerima suatu kertas usulan, berikut ini adalah
pedoman dalam penyusunan dan penyajian kertas :
1. Siapkan draft
kertas sehingga penelitian yang diuraikan dalam kertas memiliki penutupan.
Kadang-kadang penelitian ini adalah bagian dari penelitian yang lebih besar,
tetapi tidak boleh dibiarkan menggantung, sehingga untuk berbicara.
2. akurat
memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk membaca paper. Asosiasi akan memiliki
batas waktu dan ini harus dihormati. Dimungkinkan untuk memiliki paper lebih
luas untuk distribusi dari apa yang benar-benar membaca, tapi apa yang dibaca
harus memiliki kesinambungan dan penutupan.
3. Memiliki satu atau
lebih rekan kritik draft paper.
4. Siapkan draft akhir
dari paper. (Mungkin perlu mengulangi langkah 3, tergantung pada status draft
asli.)
5. Mengantisipasi
jumlah penonton dan mempersiapkan cukup salinan untuk distribusi pada pertemuan
tersebut.
6. Membiasakan diri
dengan isi paper. sehingga menghadirkan hal itu dapat dilakukan dengan kontak
mata penonton.
7. Pada pertemuan
tersebut. memeriksa ruangan di mana presentasi akan diberikan untuk memastikan
bahwa setiap peralatan yang diperlukan tersedia. Jika ada peralatan AV yang
diperlukan, ini akan telah diminta dalam menanggapi call for papers.
8. Tiba di ruang
presentasi beberapa menit sebelum sesi ini adalah untuk memulai sehingga Anda
dapat memenuhi ketua dan presenter lainnya.
9. Jika tabel atau
grafik yang akan didistribusikan dengan presentasi, mengatur agar mereka
didistribusikan secara efisien dan tanpa membuang-buang waktu.
10. Ketika giliran
Anda, memberikan presentasi Anda dengan cara langsung, berbicara pada tingkat
normal. Anda harus cukup akrab dengan kertas sehingga Anda dapat berbicara
dengan penonton, tidak membaca paper
verbatim. Jangan mencoba untuk memberikan presentasi dari memori atau
extemporaneously memberikan versi kental.
11. Jika karena alasan
tak terduga tidak memungkinkan waktu membaca seluruh kertas, membuat keputusan
tentang apa bagian akan dihilangkan, menginformasikan penonton, dan menyebutkan
bahwa bagian dihilangkan tercakup dalam salinan yang tersedia
12. Biarkan penonton
tahu bahwa salinan paper yang tersedia jika mereka belum ia tributed
sebelumnya. Setelah sesi, tetap beberapa menit untuk memastikan ada daerah
salinan yang memadai dari paper. Jika Anda kehabisan salinan, memiliki lembar sign-up untuk nama
mereka yang
menginginkan salinan. (Pastikan untuk segera menindaklanjuti di mailing item
ini ketika Anda kembali ke lembaga asal Anda.)
7.
presentations
to dissertation and thesis committees
Ada dua poin di
program pascasarjana ketika presentasi yang diberikan kepada komite anggota
fakultas pascasarjana: the defense of a
dissertation (thesis) proposal and the defense of a dissertation (thesis)..
Meskipun ini adalah presentasi lisan, mereka sangat berbeda dari presentasi
papers di pertemuan profesional. Untuk satu hal, presentasi komite yang lebih
lama; mereka untuk pertahanan disertasi biasanya membutuhkan sekitar dua jam.
Para penonton biasanya kecil, tiga atau empat anggota komite untuk disertasi
dan sesedikit dua untuk tesis. Anggota komite biasanya memiliki interaksi yang
cukup dengan mahasiswa pascasarjana (calon).
Mengetahui penelitian
di daerah termasuk bisa mengantisipasi pertanyaan yang relevan. Tanya jawab
dengan anggota Komite biasanya akan melanjutkan di urutan agak diprediksi.
Pertanyaan tertentu akan menimbulkan pertanyaan lain, dan, meskipun.
pertanyaan-pertanyaan yang tepat mungkin tidak diantisipasi sebelumnya, calon
harus memiliki ide yang baik tentang konten mereka
Berkenaan dengan
pertanyaan, berikut ini adalah disarankan:
1. Dengarkan
pertanyaan dengan hati-hati dan menjawab pertanyaan yang diajukan. Terlalu
sering calon akan memberikan tanggapan siap terlepas dari apakah mereka tidak
sesuai dengan pertanyaan.
2. Menanggapi
pertanyaan singkat tapi benar-benar. Dalam pertahanan disertasi, merujuk
penelitian hasil jika mereka sesuai.
3. Jika Anda tidak
mengerti pertanyaan, meminta pengulangan atau elaborasi dari pertanyaan.
4. Jika Anda tidak
tahu jawaban untuk pertanyaan. berkata demikian. Jangan mencoba untuk
menggertak melalui tanggapan.
5. Merumuskan respon
dalam pikiran Anda dan pilih kata-kata Anda dengan hati-hati. Jangan
terburu-buru tanggapan Anda. Gunakan terminologi yang tepat dan sesuai.
Dalam membela proposal
disertasi, saran untuk meningkatkan penelitian dapat berasal dari anggota
komite. Dalam membela disertasi. calon harus secara eksplisit membedakan antara
hasil dan kesimpulan.
Secara keseluruhan,
pertahanan proposal disertasi atau penelitian harus menjadi pengalaman belajar
bagi calon. Ini memberikan kesempatan untuk diskusi profesional tingkat tinggi
relatif.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar