Jumat, 21 Oktober 2016

Chapter 4 : Communicating About Research

1.          Pendahuluan

Berbicara mengenai penelitian umumnya dilakukan secara non-verbal seperti melalui proposal dan laporan penelitian, meskipun tetap ada yang dilakukan secara verbal, yaitu melalui presentasi di acara-acara konferensi. Komunikasi yang dianggap formal berfokus pada dua hal yaitu pada awal melakukan penelitian (proposal) dan akhir penelitian (laporan). Terlebih jika penelitian yang dilakukan berkaitan dengan pendidikan.
Pada bab ini dijelaskan bahwa ada dua tipe dokumen tertulis, yaitu proposal penelitian—berisi tulisan tentang penelitian yang diharapkan—dan laporan penelitian, yang menggambarkan penelitian yang sudah selesai. Walaupun tujuannya berbeda, namun keduanya secara umum memiliki banyak kesamaan. Panjang dari isi keduanya sama-sama beragam tergantung pada tujuan penelitian, pihak yang menjadi tujuan penelitian, dan jika dibayar maka harus sesuai dengan permintaan dari si pemberi dana.  Keduanya tetap berbeda antara proposal dan laporan yang dipersiapkan untuk penelitian yang kualitatif dan penelitian yang kuantitatif.
Bentuk lain dari komunikasi secara verbal adalah presentasi pada saat sidang akademik untuk para mahasiswa, khususnya mahasiswa yang menjalani program doktor. Meskipun kebanyakan adalah menceritakan penelitiannya (bukan mendiskusikan disertasinya). Panduan-panduan untuk jenis komunikasi ini sudah diberikan.

2.          Major sections of the research proposal

Proposal penelitian berisi tulisan mengenai proyek yang diajukan, bukan mengenai penelitian proyek yang sudah selesai. Dalam penulisan proposal hal yang dibahas meliputi, “penelitian apa yang dibahas”, “mengapa penelitian tersebut dibahas”, dan “bagaimana akan melakukannya”.
Pada proposal penelitian, judul/subjudul bisa saja berbeda antara institusi yang satu dengan institusi yang lain. Akan tetapi, format yang bersifat umum, yang dapat digunakan sebagai acuan penulisan proposal penelitian dengan tahapan-tahapan yang baik (mulai dari bagian penentuan permasalahan hingga bagian penutup), sudah tersedia. (Bagian penutup proposal untuk penelitian yang dibiayai oleh pihak tertentu, biasanya berisi anggaran dan resume si peneliti.)
Panjang dari proposal penelitian berbeda-beda, tergantung pada besar/penting-nya penelitian yang diusulkan dan kompleksitas dari prosedur yang diharapkan. Akan tetapi, format umum dan pembagian proposal konsisten. Contohnya, terkadang bagian “Pendahuluan” digunakan untuk subbagian seperti “Identifikasi permasalahan” dan “Penjelasan Istiilah”. Manfaat dari penelitian bisa saja didiskusikan lebih awal dalam proposal. Pada beberapa instansi, diskusi mengenai kebutuhan terhadap penelitian dituliskan di awal proposal. Bagian-bagian utama dalam proposal penelitian berada diantara garis putus-putus (berdasarkan bagan). Biasanya, informasi pendahuluan dicantumkan pada bagian awal halaman proposal penelitian yang terdiri dari judul penelitian yang diusulkan, nama-nama investigator, dan institusi atau pihak yang menjadi tempat penyelenggaraan penelitian. Ringasan mengenai proposal penelitian juga bisa jadi dicantumkan.
Penulisan seharusnya ditulis secara ringkas, dengan kesinambungan antara setiap bagian. Deskripsi mengenai “apa yang harus dilakukan” seharusnya dituliskan dengan luas tapi jangan sampai bertele-tele, karena beberapa proposal memiliki batasan jumlah halaman.

2.1          Identification of the Problem

Penentuan permasalahan penelitian dan hipotesis telah dijelaskan pada bab sebelumnya. Dalam proposal penelitian, permasalahan perlu dijelaskan untuk memudahkan pembaca memahami isi proposal tersebut. Terkadang, permasalahan didefinisikan dengan tidak jelas sehingga reviewer sulit untuk memahami permasalahan tersebut, karena perluasan masalah berbeda dengan kebutuhan yang dimaksudkan. Penelitian kualitatif cenderung memiliki pernyataan mengenai permasalahan yang agak lebih umum dibandingkan dengan penelitian kuantitatif. Percobaan dan peninjauan yang bersifat jelas, hipotesis yang jelas, sedangkan penelitian etnografi akan cenderung memiliki permasalahan yang mengambang.
Pernyataan mengenai permasalahan akan terlihat di bagian awal proposal penelitian, melalui beberapa kalimat pengantar yang biasanya merupakan referensi dari literatur terkait, untuk menyediakan landasan dalam menyatakan permasalahan penelitian. Dengan demikian permasalahan akan teridentifikasi dengan jelas. Beberapa contoh kalimat pengantar yang biasa digunakan adalah “Permasalahan dari penelitian ini adalah”, “pertanyaan yang diberikan adalah”, “tujuan penelitian ini adalah”, “secara spesifik, permasalahan penelitian ini adalah”.
Hipotesis terkait dan/atau pertanyaan seputar penelitian dan pengertian yang ada dalam proposal biasanya sangat dekat kaitannya. Adakalanya hipotesis tersebut muncul di akhir proposal jika pengukuran dan penjelasan data meningkatkan pemahaman mengenai hipotesis. Akan tetapi, jika tidak ada data yang tidak biasa yang perlu dihasilkan dan prosedur analisis yang tidak biasa yang perlu digunakan maka tidak ada gunanya memisahkan pernyataan mengenai permasalahan dan hipotesis.
Karena proposal dan laporan penelitian membutuhkan identifikasi terhadap permasalahan, contoh dapat dipilih dari literatur penelitian. Dalam sebuah studi yang membandingkan pengaruh antara “membaca tanpa suara” dengan “membaca dengan suara” ditunjukkan bahwa tingkat pemahaman “membaca dengan suara” lebih tinggi daripada “membaca tanpa suara”.
Pernyataan permasalahan dalam penelitian kualitatif bersifat open-ended, yang membantu menemukan perbedaan tipe pengaruh yang tidak ditetapkan lebih lanjut. Pernyataan permasalahan dalam penelituan kuantitatif adalah sebaliknya, yaitu menemukan tingkat pemahaman yang meningkat dalam membaca, sebuah hasil yang didefinisikan dengan tepat.
Istilah-istilah yang digunakan dalam menggambarkan permasalahan penelitian perlu untuk didefinisikan untuk menghindari pemahaman yang ambigu. Akan tetapi identifikasi masalah seharusnya tidak menjadi bercampur aduk dengan batasan operasional. Ketentuan mengenai variabel-variabel yang akan dihasilkan dapat dijelaskan pada bagian metodologi yang menggambarkan pengukuran daripada pada bagian pernyataan mengenai permasalahan, khususnya jika batasan operasional agak rumit.

2.2          Review of the Literature

Latar belakang dan bagian masalah penelitian diperoleh dari tinjauan pustaka. Dengan tersedianya banyak literatur yang bisa dijadikan referensi maka perlu selektif dalam menentukan literatur yang sesuai dalam pembuatan proposal penelitian.
Melalui peninjauan dan percobaan hasil yang diperoleh dari pembejalaran dan hasil lainnya yang dapat disatukan dalam tinjauan. Untuk penelitian kualitatif, peninjauan akan cenderung berfokus pada konsep yang lebih umum/luas. Peninjauan ini merupakan bagian dari persiapan tinjauan yang merupakan hasil identifikasi antara konsep dan ruang lingkup yang dipilih peneliti. Fenomena bisa saja belum pernah dipelajari dengan pendekatan kualitatif, dan contoh dapat dibuat dengan catatan harus sesuai dan bermanfaat. Jika pendekatan sudah pernah digunakan, perlu dilakukan identifikasi celah dan kekurangan dari pembelajaran sebelumnya.
Pengertian penelitian yang diusulkan bisa dituliskan pada bagian tinjauan pustaka. Hal ini didukung oleh kebutuhan akan penelitian yang seharusnya didiskusikan pada bagian ini, dan kebutuhan berkaitan dengan pengertian. Akan tetapi jika sebagian pengertian adalah bagian yang sangat penting maka bisa dibuatkan bagian khusus untuk membahasnya. Jika bagian tersebut dituliskan sebelum akhir dari proposal, maka sebaiknya dituliskan juga informasi mengenai hal itu agar tidak membingungkan pembaca.
Seorang peneliti harus mampu mengemas semua informasi yang ada menjadi kalimat yang mudah dimengerti, membuat kesinambungan antar bagian proposal sehingga menunjukkan latar belakang masalah dengan jelas. Jika tidak demikian, maka pembaca akan cenderung menganggap buruk kualitas si penulis.

2.3          Methods or Procedures

Bagian proposal penelitian ini sangat tergantung pada pengajuan penelitian. Hal tersebut tidak hanya fokus pada isinya, melainkan juga pada penempatannya. Menggunakan metode atau prosedur sangat cocok untuk menempatkan tingkat subheading yang tepat. Subheading seperti "Design", "Site Selection", "Sample" dan "Data Analysis" tidak hanya memudahkan penulis mengidentifikasi dan menjelaskan beberapa aktifitas tetapi juga dapat membantu pembaca proposal untuk mengerti aktifitas penelitian yang ada.
Pada proposal penelitian etnografi, bagian ini memiliki masalah berikut :
1.    Pemilihan subjek dan beberapa sempel, secara sengaja atau acak, itu akan mempengaruhi hasil
2.    Peran peneliti
3.    prosedur pengambilan data: observasi, wawancara atau menggunakan questionaires.
4.    Penyajian data dan analisis data induktif
5.    Keterbatasan desain
Ketika mendeskripsikan pemilihan subjek, hasil pilihannya harus sesuai dengan yang sudah dirancang untuk penelitian. Hal tersebut akan membantu memperlihatkan kepada pembaca antara perkiraan masalah dan karakteristik subjek.
Peran peneliti adalah mendeskripsikan kumpulan data prosedur yang mungkin dipakai. Untuk mengantisipasi jumlah kumpulan data besar yang akan disampaikan, maka penyampaiannya harus sering dilakukan.
Penelitian etnografi melibatkan pencatatan dilapangan mengenai data lain, maka dari itu peneliti harus bisa mendeskripsikan bagaimana informasi di analisa, jika hanya umum, maka deskripsikan dengan analisa induktif.
Tanpa memperhatikan jenis penelitian, batasan desain harus bisa dijelaskan. Jika batas tidak spesifik, pembaca proposal tersebut mungkin saja menyimpulkan bahwa seorang peneliti mengharapkan hasil dari pembelajaran itu bukan hal yang tidak mungkin.
Penelitian etnografi dan historical sangat cocok untuk identifikasi penelitian dengan case study yang membuat pembaca dapat menilai dari segi karakteristik seseorang. Terlebih untuk penelitian kuantitatif, desainnya dapat di deskripsikan oleh nama yang spesifik.
Untuk melakukan eksperimen dan survey sesuatu yang dapat dipakai seperti aktifitas projek, perlengkapan yang dibutuhkan, dan sebagainya yang harus diuraikan dalam bagian metode atau prosedur ini untuk desain umum suatu penelitian.
Jika terdapat potensi kelemahan pada desain atau adanya kesulitan dalam penelitian, peneliti harus menjelaskan apa yang akan dilakukan untuk mengimbangi atau menghilangkan hal tersebut. Seorang peneliti harus mendiskusikan efek dari masalah tersebut, dan hasil diskusi harus bisa menentukan apakah hal tersebut harus dikendalikan ataukah dihapuskan.
Untuk pengambilan sampel yang digunakan sebagai contoh harus yang spesik. Sampling plan dilihat dari segi internal dan eksternal validitas projek penelitian. Ketika sampel digunakan, seorang peneliti selalu mencoba mengambil kesimpulan dari suatu lingkup yang lebih besar, maka dengan melakukan hal tersebut seorang peneliti dapat memilih sampel yang dapat merepresentasikan lingkup penelitian yang ada.
Jenis pertanyaan yang ada harus dapat dijawab dengan teliti dan benar oleh seorang peneliti. Tidak hanya harus teliti dalam menjawab, penyampaian jawaban tersebut juga harus dapat dimengerti oleh pembaca.
Pembahasan prosedur biasanya mengikuti urutan kronologis bagaimana penelitian tersebut akan diselesaikan. Hal tersebut akan memudahkan pembaca untuk mengetahui kelanjutan dari setiap prosedur. Jika maksud dari penelitian sudah cukup konseptual dalam proposal penulis, seharusnya mereka bisa untuk menjelaskan apa yang penulis maksudkan. Yang paling penting adalah hasil tersebut sudah sesuai dan lengkap pada deskripsinya.

2.4          Significance of the Proposed Research

Terlepas dari jenis penelitian yang dilakukan, sebuah studi harus memberikan kontribusi untuk memperluas pengetahuan yang ada, maka penelitian yang dilakukan harus mampu menjawab pertanyaan-pertanyaan yang sering muncul. Adapun kontribusi lain dari penelitian tersebut adalah saran atau identifikasi pertanyaan untuk penelitian masa depan.
Pentingnya penelitian yang diajukan akan dibentuk atas dasar hasil yang diharapkan, baik dalam bentuk  hasil maupun proses. Sebuah kasus akan menghasilkan outcome yang relevan  jika hasil dari suatu penelitian memiliki potensi manfaat atau dampak, baik secara partikal atau secara teoritis. Karena terdapat hubungan, maka kemungkinan hasil yang diharapkan akan tercapai.
Hasil antisipasi lainnya berhubungan dengan signifikansi praktis dari penelitian. Apakah hasil dari penelitian tersebut akan berarti bagi para? Akankah hasilnya dapat mempengaruhi program atau metode? Jika penelitian tersebut akan menyusun tahapnya, tentukan alternatif program sebagai tindakan untuk meningkatkan pengetahuan, hal ini dapat menjadi kontribusi yang signifikan. Apa yang akan ditingkatkan atau diubah sebagai hasil dari penelitian yang diusulkan? Bagaimana hasil penelitian dilaksanakan, dan apa inovasi yang akan terjadi? Jawaban untuk pertanyaan-pertanyaan tersebut  menunjukkan bahwa hasil yang diambil kemungkinan dalam bentuk yang berbeda.

2.5          Other Sections of the Research Proposal

Setiap bagian dari proposal penelitian menggambarkan sebagian besar isi dari proposal tersebut, tetapi ada bagian lain yang menjelaskan proposal secara spesifik. Tebtunya suatu lembaga pendanaan yang mendanai pembuatan proposal membutuhkan informasi setiap bagiannya jelas dan memiliki budget yang jelas.
Cover Page. cover page merupakan sebuah pengantar informasi dari proposal. Pada cover page ini terdapat nama proyek penelitiannya, pemilik proposal atau yang melakukan penelitian, dan dari institusinya.
Abstract. Abstrak adalah rangkuman dari isi tulisan dalam format yang sangat singkat atau dengan kata lain penyajian atau gambaran ringkas yang benar, tepat dan jelas mengenai isi suatu dokumen.
Budget. Ketika proposal sudah di kirimkan kepada lembaga pendanaan, maka anggaran yang dibutuhkan harus ada. Ketika daftar budget yang dibutuhkan sudah disiapkan, maka seorang peneliti harus menyampaikannya kepada lembaga pendanaan untuk biaya pelaksanaan penelitiannya. Budget yang disiapkan meliputi kebutuhan personal seorang peneliti, seperti  tunjangan, perbekalan, peralatan, telepon, fotokopi dan biaya lainnya.
Timeline. Jadwal aktifitas penelitian sangat dibutuhkan untuk membuat estimasi berapa lama penelitian berlangsung. Jadwal yang dibuat tidak termasuk pada keadaan yang tidak terduga, hanya jadwal realitas.
Staff Resume. Staff resume ini menggambarkan pengalaman yang dilakukan peneliti selama berjalannya penelitian.
Appendices. Jika terdapat informasi tambahan yang relevan dengan penelitian dapat ditambahkan pada bagian lampiran. Informasi ini diluar dari kerangka pembuatan proposal.

3.          Major sections of the research report

Dalam laporan penelitian, penulis menjelaskan hasil penelitian yang selesai. Ada diskusi tentang apa penelitian dilakukan, bagaimana hal itu dilakukan, dan hasil dan kesimpulan penelitian. Arti penting dari penelitian ini juga ditujukan.
Pada bagian laporan penelitian dimulai dengan identifikasi dari masalah dan dilanjutkan sampai kesimpulan dan implikasi. Pada bagian ini memiliki perbedaan format untuk laporan dengan tipe yang berbeda. Untuk disertasi atau laporan panjang, mereka biasanya mengambil bentuk dari setiap bagian, dimana artikel jurnal dan paper umumnya berisi heading.
Pada kriteria yang umum untuk menyiapkan proposal yang baik juga menerapkan untuk menulis laporan penelitian yang baik. Komentar tambahan di bagian utama dari laporan penelitian disediakan disini.

3.1          Introduction, Including the Statement of the Problem

Disertasi biasanya mempunyai beberapa halaman dimuat untuk merujuk ke sebuah pernyataan problem, yang menyediakan perkenalan yang lengkap terhadap penelitan.  Jika hipotesis di anggap pantas, maka masalah akan di paparkan pada bagian pengenalan ini.
Pernyataan masalah dijelaskan pada proposal penulisan, dan contoh lainnya didapatkan dari literatur ini.  Brand (2006) menjelaskan studi literature berdasarkan teori Gardner mengenai kecerdasan yang beragam.  Dia menjelaskan bahwa tujuan dari penelitan beserta keempat hipotesis yang akan diuji, yaitu :
1.       Metode storytelling  dan Chant
2.       Felt Board dan Draw Talk
3.       Pantonim dan Character imagery
4.       Puppetry
Hipotesis dari studi itu ialah :
1.       Anak yang mempunyai kelompok kecil yang meneriman pelatihan multiple intelligence bersasarkan literaturnya, mempunyai skor yang lebih tinggi berdasarkan penilaian Letter Naming Fluency dibanding dengan grup yang tidak terurus.
2.       Anak yang mempunyai kelompok kecil yang meneriman pelatihan multiple intelligence bersasarkan literaturnya, mempunyai skor yang lebih tinggi berdasarkan penilaian Phoneme Segmentation Fluency dibanding dengan grup yang tidak terurus.
3.       Anak yang mempunyai kelompok kecil yang meneriman pelatihan multiple intelligence bersasarkan literaturnya, mempunyai skor yang lebih tinggi berdasarkan penilaian Letter Naming Fluency dibanding dengan grup yang tidak terurus.
4.       Anak yang mempunyai kelompok kecil yang meneriman pelatihan multiple intelligence bersasarkan literaturnya, mempunyai skor yang lebih tinggi berdasarkan penilaian Word Use Fluency dibanding dengan grup yang tidak terurus.
Meskipun kata dari hipotesis dianggap redundan, sangat penting untuk mengatur hipotesis secara terpisah, karena sangat memungkinkan data yang tertulis tidak mensupport hipotesis tersebut serta akan sangat sulit untuk mengambil kesimpulan apabila semua hipotesis di campur menjadi satu.

3.2          Review of the Literature

Pada jurnal artikel profesional, pembahasan literatur sering tidak mempunyai judul yang terpisah, dan biasanya digabung pada bagian latar belakang.  Dari indikasi sebelumnya, disertasi biasnya mempunyai bagian yang disediakan untuk sebuah pembahasan literatur, yang meliputi tiga, lima atau lebih halaman yang dipakai.  Judul yang dipakai pun sangat spesifik untuk dipelajari.
Ide datang dari berbagai penelitan yang berkaitan dengan review, yang dijelaskan melalui judul.  Bagian ini disebut sebagai sebuah transisi, dan transisi difasilitasi supaya penulis bisa memfokuskan diri mereka ke bagian problem yang ingin mereka penelitan.
Penulis harus menghindari banyaknya quotation atau meng-quote dari studi lain,  karena ide dari problem yang akan di penelitan ialah berasal dari berbagai sumber yang bisa dikaitkan menjadi sebuah kesimpulan yang dirangkai oleh kata kata penulis itu sendiri.

3.3          Methods or Procedures

Pada bagian ini menjelaskan bagaimana penelitan dilakukan.  Yang patut diikuti ialah deskripsi harus mendetil sehingga pembaca bisa mengelaborasikan penelitan mereka.  Bagian metode biasanya memakai sub judul, dan tiap bagian sub judul berisi mengenai pertimbangan mengenai detail dari sebuah konten serta seringnya berupa penjelasan bagaimana metode bisa dikerjakan.
Bagian metode memberikan deskripsi mengenai instrumentasi, pengumpulan data, sampling, prosedur percobaan, material dan analisis statistik ketika topik di canangkan.  Penelitan sebuah project biasanya berkembang dari sebuah desain dan seleksi dari seluruh data analisis.

3.4          Results

Hasil merupakan sebuah produk dari analisis data yang datang dari berbagai bentuk, bisa berupa ringkasan pernyataan yang disintesiskan dengan dokumen lainnya, seperti dokumen penelitan yag dilakukan terdahulu, atau catatan ketika di lapangan.  Hasil di atur berdasarkan temuan mayor yang dipertimbangkan bisa dijadikan bahan diskusi pada tiap temuan.
Penggunaan tabel dan gambar.  Tabel bisa digunakan secara efektif untuk menyimpulkan sebuah hasil, terutama jika laporan melibatkan material statistik dalam jumlah besar.  Software statistik, spreadsheets, Aplikasi pengolah kata (Word)  menyediakan pelaku penelitan untuk membuat angka dengan jarak yang mudah maupun pengolahan angka yang kompleks.
Gambar bisa sangat berguna digunakan untuk mendeskripsikan langkah dari sebuah proses.  Pie chart, bar chart dan chart lainnya disediakan juga pada setiap software.
Berikut merupakan aturan yang harus dipatuhi ketika menampilkan tabel dan figur atau gambar :
1.       Judul harus jelas untuk apa yang tabel dan figur jelaskan
2.       Sub judul harus sesuai dan harus di masukkan dalam kolom dan baris.
3.       Penomoran dari beberapa tipe informasi dari isi tabel harus dibatasi, sebagai contoh mean dan standar deviasi boleh disatukan tetapi korelasi, koefisiensi tidak boleh dijadikan dalam satu tabel.
4.       Spasi pada tabel atau figur harus dipisahkan, tidak boleh disatukan.
5.       Jika memungkinkan, tabel dan figur harus disatukan menjadi satu halaman saja.  Tabel atau figur yang pas dalam satu halaman tidak boleh dipisah menjadi dua halaman.
6.       Tabel dan figur harus mengikuti referensinya semirip dengan yang aslinya.
7.       Format tabel dan figur harus konsisten dalam report.
Kelebihan baris tidak boleh dimasukkan ke dalam tabel.  Baris horizontal mungkin bisa dijadikan bagian dari judul, tetapi garis vertikal jarang diperlukan. Informasi tidak boleh terlihat seperti “dikerangkeng”
Hal terpenting dalam menulis hasil adalah menyampaikan dengan jelas dengan aturan penulisan yang terkelola. Penyampaian hasil dapat dilakukan dengan berbagai cara. Dapat berupa narasi yang runtun menggambarkan keadaan yang terjadi. Jika terdapat beberapa dependent variabel yang terdapat pada penelitian, maka hasil dapat dikelompokkan berdasarkan dependent variabel. Mungkin saja isi dari hasil adalah hipotesis yang spesifik atau jika dilakukan beberapa eksperimen maka hasil dapat berisi langkah eksperimen yang dilakukan. Hasil berisi apa saja yang masuk akan dan memfasilitasi pembaca untuk mengerti isi dari laporan.

3.5          Conclusions, Recommendations, and Implications

Bagian terakhir dari laporan penelitian berisi kesimpulan, saran dan implikasi.
Pada bagian kesimpulan selalu dimulai dengan pertanyaan seputar permasalahan yang akan diteliti dan mungkin beberapa komentar atau saran terhadap metode yang digunakan. pada kesimpulan selau diikuti hasil yang logis dan menghindari perulangan pada beberapa bagian hasil. Banyaknya kesimpulan yang digambarkan pada laporan penelitian berbanding lurus dengan kompleksitas hasil penelitian yang diperoleh. Hasil dari penelitan merupakan analisis data yang dilakukan peneliti dan merupakan kesimpulan dari penelitian yang dilakukan. terdapat beberapa poin yang seharusnya dilakukan untuk mempersiapkan bagian kesimpulan pada laporan penelitan, yaitu :
1.       Mengidentifikasi hasil yang penting dari yang terpenting
2.       Mengiterpretasikan hasil yang deiperoleh dengan permasalahan yang diteliti
3.       Mendiskusikan interpretasi logis lainnya dan penjelasan kekurangan dari interpretasi tersebut dibandingkan interpretasi pada poin 2.
5.       Gabung hasil dari penelitian dengan hasil yang diperoleh melalui studi literatur
6.       Menjelaskan ketidakkonsistenan atau perbedaan antara hasil yang diperoleh dari penelitian dengan hasil yang diperoleh dari studi literatur
7.       Mendiskusikan batasan dari penelitian yang dilakukan seperti masalah yang dihadapi saat melakukan penelitian
8.       Memberikan penjelasan untuk validasi dari luar laporan, dan generalisasi dari kesimpulan serta batasan dari generalisasi yang dilakukan.
Implikasi merupakan bagaimana kontribusi laporan penelitian dapat berguna bagi pihak lainnya atau dengan kata lain bagaimana hasil dari penelitian dapat diimplementasikan. Kesulitan yang dihadapi adalah adanya jenjang waktu antara waktu penelitian yang telah dilakukan dengan waktu implementasi yang dilakukan.
Biasanya laporan penelitian atau disertasi juga berisi saran untuk penelitian selanjutnya. Saran pada laporan pengujian yang terdapat pada laporan dapat menjadi acuan para peneliti lainnya untuk menentukan langkah penelitian yang dapat dilakukan ataupun pembanding dari penelitian sebelumnya.

4.          other sections of the research report

Pada bagian pendahuluan terdapat judul, daftar isi dan juga abstrak serta untuk daftar pustaka dan lampiran terdapat pada bagian kesimpulan. Terdapat bagian yang disebut "backmatter", pada jurnal tidak akan terdapat daftar isi, lampiran dan ketika diterbitkan tidak terdapat halaman khusus untuk judul.

4.1          Abstract

Abstrak pada laporan penelitian mirip dengan proposal penelitian, namun bedanya pada abstrak terdapat pembahasan ringkas kesimpulan yang dihasilkan dari penelitian yang telah dilakukan. Panjang dari abstrak dapat berbeda-beda tergantung dari laporan, namun tetap diusahakan ringkas dan singkat.
Pada abstrak diidentifikasi partisipan, prosedur/metode penelitian, analisis dan hasil yang diperoleh. Hasil yang dituliskan pada abstrak disajikan dengan implikasi yang jelas kepada pembaca diawal laporan penulisan.

4.2          Bibliography and Reference List

Pada akhir laporan penelitan, terdapat bagian kesimpulan dan diikuti oleh daftar referensi yang digunakan atau biasanya disebut sebagai daftar pustaka. Perbedaan antara daftar referensi dan daftar pustaka adalah pada jurnal penelitian yang dicantumkan adalah daftar referensi sedangkan pada disertasi dicantumkan daftar pustaka. Aturan penulisan daftar pustaka yang berasal dari buku, majalah dan sumber digital terdapat pada The Publication Manual of the American Psychological(2001) dan diakui secara luas terutama pada penulisan jurnal profesional. Berikut beberapa aturan sesuai dengan sumbernya :
- Buku
1.       Membalikkan keseluruhan nama penulis; penambahan nama belakang dan inisial
2.       Tambahkan tanggal terbit di dalam kurung '()' diikuti dengan periode
3.       Kapitalisasi hanya pada huruf awal pada judul dan ubah ke dalam bentuk huruf miring(italic)
5.       Tambahkan edisi di dalam kurung '()' jika buku bukan edisi yang pertama dan diikuti oleh periode
6.       Tambahkan alamat penerbit diikuti oleh titik dua ':' dan nama penebit
7.       Akhiri dengan penulisan periode
Contoh : Kowalski, T.J.(2008).Case studies on educational administration(5th ed.).Boston:Allyn & Bacon.
- Artikel
1.       Membalikkan keseluruhan nama penulis; penambahan nama belakang dan inisial
2.       Tambahkan tanggal terbit di dalam kurung '()' diikuti dengan periode
3.       Kapitalisasi hanya pada huruf awal pada judul dan ubah ke dalam bentuk huruf miring(italic)
4.       Ubah penulisan volume artikel ke bentuk huruf miring(italic) diikuti dengan tanda koma ','
5.       Tambahkan halaman
6.       Akhiri dengan penulisan periode
Contoh : Hopkins, M. H. (2007). Adapting a model for literacy learning to the listening of mathematics. Reading and Writing Quarterly, 23, 121-138
- Sumber digital
1.       Menggunakan aturan pada buku dan artikel untuk nama dan judul
2.       Menambahkan waktu akses dokumen terbaru
3.       Menambahkan URL lengkap
Contoh : Harvard Family Research Project. (2007). Out-of-school time program research and evaluation bibliography. Retrieved April 12, 2007. from www.gse.harvard.edu/hfrp/projects/afterschool/bibliography/tutoring.html

4.3          Appendix

Sebuah lampiran           ditambahkan pada laporan penelitian jika diperlukan dan bukan sebuah keharusan. Lampiran digunakan untuk konten yang tidak cukup dituliskan pada bagian utama laporan penelitian, seperti daftar pertanyaan, data yang belum diolah ataupun data yang berelasi.

5.          putting a report together

Disetujuinya mempresentasikan isi dari laporan adalah sesuai dengan format yang ditentukan. Beberapa institusi dan asosiasi memiliki permintaaan yang berbeda-beda tentang format laporan seperti margin size, table format, dan presentasi grafik dalan tabel. Beberapa institusi dapat menerima laporan yang diajukan jika sudah memenuhi format.
Isinya dapat berupa manual, panduan, atau buku pegangan yang termasuk dengan detail tentang format dan style. Aus termasuk bagaimana mengelola variasi referensi dan bagian. Berikut ini contoh dari beberapa publikasi :
American Psycological Association. (2001). Publication manual of the American Psycological Association (5th ed.). Washington, DC: American Psycological Association.
Slade, C., and Perrin, R. (2008). Form and style: Research papers, - (13th ed.). Boston: Houghton Mifflin.
Williams, J. M. (2003). Style: Toward clarity and grace (7th ed.). New York: Lan ma

6.          guidelines of presenting papers at meetings

Langkah pertama dalam mendapatkan persetujuan presentasi untuk professional meeting adalah merespon call for papers dari persatuan yang mendukung pertemuan. Dengan asumsi komite peninjau usulan asosiasi menerima suatu kertas usulan, berikut ini adalah pedoman dalam penyusunan dan penyajian kertas :

1. Siapkan draft kertas sehingga penelitian yang diuraikan dalam kertas memiliki penutupan. Kadang-kadang penelitian ini adalah bagian dari penelitian yang lebih besar, tetapi tidak boleh dibiarkan menggantung, sehingga untuk berbicara.
2. akurat memperkirakan waktu yang dibutuhkan untuk membaca paper. Asosiasi akan memiliki batas waktu dan ini harus dihormati. Dimungkinkan untuk memiliki paper lebih luas untuk distribusi dari apa yang benar-benar membaca, tapi apa yang dibaca harus memiliki kesinambungan dan penutupan.
3. Memiliki satu atau lebih rekan kritik draft paper.
4. Siapkan draft akhir dari paper. (Mungkin perlu mengulangi langkah 3, tergantung pada status draft asli.)
5. Mengantisipasi jumlah penonton dan mempersiapkan cukup salinan untuk distribusi pada pertemuan tersebut.
6. Membiasakan diri dengan isi paper. sehingga menghadirkan hal itu dapat dilakukan dengan kontak mata penonton.
7. Pada pertemuan tersebut. memeriksa ruangan di mana presentasi akan diberikan untuk memastikan bahwa setiap peralatan yang diperlukan tersedia. Jika ada peralatan AV yang diperlukan, ini akan telah diminta dalam menanggapi call for papers.
8. Tiba di ruang presentasi beberapa menit sebelum sesi ini adalah untuk memulai sehingga Anda dapat memenuhi ketua dan presenter lainnya.
9. Jika tabel atau grafik yang akan didistribusikan dengan presentasi, mengatur agar mereka didistribusikan secara efisien dan tanpa membuang-buang waktu.
10. Ketika giliran Anda, memberikan presentasi Anda dengan cara langsung, berbicara pada tingkat normal. Anda harus cukup akrab dengan kertas sehingga Anda dapat berbicara dengan penonton, tidak membaca paper verbatim. Jangan mencoba untuk memberikan presentasi dari memori atau extemporaneously memberikan versi kental.
11. Jika karena alasan tak terduga tidak memungkinkan waktu membaca seluruh kertas, membuat keputusan tentang apa bagian akan dihilangkan, menginformasikan penonton, dan menyebutkan bahwa bagian dihilangkan tercakup dalam salinan yang tersedia
12. Biarkan penonton tahu bahwa salinan paper yang tersedia jika mereka belum ia tributed sebelumnya. Setelah sesi, tetap beberapa menit untuk memastikan ada daerah salinan yang memadai dari paper. Jika Anda kehabisan salinan, memiliki lembar sign-up untuk nama
mereka yang menginginkan salinan. (Pastikan untuk segera menindaklanjuti di mailing item ini ketika Anda kembali ke lembaga asal Anda.)

7.          presentations to dissertation and thesis committees

Ada dua poin di program pascasarjana ketika presentasi yang diberikan kepada komite anggota fakultas pascasarjana: the defense of a dissertation (thesis) proposal and the defense of a dissertation (thesis).. Meskipun ini adalah presentasi lisan, mereka sangat berbeda dari presentasi papers di pertemuan profesional. Untuk satu hal, presentasi komite yang lebih lama; mereka untuk pertahanan disertasi biasanya membutuhkan sekitar dua jam. Para penonton biasanya kecil, tiga atau empat anggota komite untuk disertasi dan sesedikit dua untuk tesis. Anggota komite biasanya memiliki interaksi yang cukup dengan mahasiswa pascasarjana (calon).
Mengetahui penelitian di daerah termasuk bisa mengantisipasi pertanyaan yang relevan. Tanya jawab dengan anggota Komite biasanya akan melanjutkan di urutan agak diprediksi. Pertanyaan tertentu akan menimbulkan pertanyaan lain, dan, meskipun. pertanyaan-pertanyaan yang tepat mungkin tidak diantisipasi sebelumnya, calon harus memiliki ide yang baik tentang konten mereka
Berkenaan dengan pertanyaan, berikut ini adalah disarankan:
1. Dengarkan pertanyaan dengan hati-hati dan menjawab pertanyaan yang diajukan. Terlalu sering calon akan memberikan tanggapan siap terlepas dari apakah mereka tidak sesuai dengan pertanyaan.
2. Menanggapi pertanyaan singkat tapi benar-benar. Dalam pertahanan disertasi, merujuk penelitian hasil jika mereka sesuai.
3. Jika Anda tidak mengerti pertanyaan, meminta pengulangan atau elaborasi dari pertanyaan.
4. Jika Anda tidak tahu jawaban untuk pertanyaan. berkata demikian. Jangan mencoba untuk menggertak melalui tanggapan.
5. Merumuskan respon dalam pikiran Anda dan pilih kata-kata Anda dengan hati-hati. Jangan terburu-buru tanggapan Anda. Gunakan terminologi yang tepat dan sesuai.

Dalam membela proposal disertasi, saran untuk meningkatkan penelitian dapat berasal dari anggota komite. Dalam membela disertasi. calon harus secara eksplisit membedakan antara hasil dan kesimpulan.
Secara keseluruhan, pertahanan proposal disertasi atau penelitian harus menjadi pengalaman belajar bagi calon. Ini memberikan kesempatan untuk diskusi profesional tingkat tinggi relatif.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar